Gonesia – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, merespons keras kritik yang dilayangkan dua legenda klub, Wayne Rooney dan Gary Neville, terkait sistem permainan 3-4-2-1 yang ia terapkan. Amorim menegaskan bahwa hasil buruk Setan Merah bukan semata karena sistem, melainkan faktor eksekusi dan momentum pertandingan, jelang laga krusial melawan Sunderland.
Komentar pedas dari Rooney dan Neville muncul menyusul performa mengecewakan Manchester United di awal musim. Dari enam laga awal Premier League, United menelan tiga kekalahan, ditambah tersingkir memalukan dari Carabao Cup usai tumbang dari tim League Two, Grimsby Town.
Wayne Rooney secara terbuka menyatakan ketidakpercayaannya Amorim mampu membalikkan situasi klub musim ini, sementara Gary Neville menilai Amorim terlalu kaku dan enggan beradaptasi. Tekanan besar kini menyelimuti Amorim menjelang laga kandang melawan Sunderland di Old Trafford, Sabtu (4/10).
Dalam konferensi pers, Amorim mengakui kritik adalah hal normal. “Itu hal yang normal. Anda tidak bisa lari dari hasil. Lalu ada beban dari musim lalu. Tapi bagi saya, musim lalu tidak penting,” ujarnya.
Pelatih berusia 40 tahun itu kemudian membela sistem taktiknya dengan tegas. Menurutnya, kesalahan tidak bisa hanya disematkan pada formasi jika sistem tersebut juga membawa kemenangan di laga lain.
“Kita sudah membicarakan ini. Musim ini kami memainkan enam laga dan kalah tiga. Kalau kalah dari Arsenal karena sistem, itu opini kalian. Tapi saat melawan Manchester City, apakah sistem jadi hal pertama yang kalian pikirkan? Saya rasa tidak,” tegas Amorim.
Amorim menjelaskan bahwa gol-gol yang bersarang ke gawang United bukan akibat formasi, melainkan kesalahan dalam momen tertentu. Ia menilai, bila sebuah sistem benar-benar tidak berfungsi, maka hal itu akan terlihat konsisten di setiap pertandingan, bukan hanya sesekali.
“Kalau satu hal tidak bekerja, maka itu tidak akan bekerja setiap hari. Tapi kenyataannya, kami tidak kalah karena sistem. Itu opini saya, dan wajar orang punya opini berbeda,” ucapnya.
Menganggap komentar Neville yang menyebutnya keras kepala dan Rooney yang mulai kehilangan kepercayaan, Amorim memilih fokus pada performa tim ketimbang hiruk pikuk komentar eksternal.
Laga melawan Sunderland akan menjadi ujian krusial bagi Amorim dan timnya. Sunderland datang ke Old Trafford dengan performa positif dan kepercayaan diri tinggi. “Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Mereka bermain bagus dan percaya diri. Jelas kami akan berada di bawah tekanan, tapi kami harus siap menghadapinya,” kata Amorim.
Meski tekanan semakin besar, Ruben Amorim tetap meyakini formasi miliknya. Ia menilai perdebatan soal sistem hanyalah distraksi dari isu yang lebih besar, yakni konsistensi performa Manchester United.

