Jakarta – Ahmad Al Misry membantah tuduhan pencabulan terhadap santri yang beredar di publik. Ia menyatakan tuduhan tersebut tidak benar dan menantang pihak yang menuduh untuk menunjukkan bukti.
"Tuduhan terhadap pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya," kata Ahmad Al Misry dalam keterangannya dalam sebuah video, Rabu (22/4/2026).
Ia menyatakan telah menyerahkan sejumlah bukti kepada kuasa hukum untuk disampaikan kepada pihak berwenang. Selain itu, ia mengklaim memiliki saksi yang dapat memperkuat bantahannya.
"Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya," ujarnya.
Ahmad Al Misry juga menjelaskan posisinya saat menerima panggilan kepolisian. Ia mengaku sedang berada di Mesir sejak 15 Maret 2026 untuk mendampingi ibundanya yang menjalani operasi pada 17 Maret.
"Berangkat ke Mesir pada tanggal 15 Maret 2026 dan saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada tanggal 17 Maret 2026," ujarnya.
Ahmad menyebut panggilan kepolisian diterima pada 30 Maret 2026, atau sekitar dua pekan setelah berada di Mesir.
"Dan saya mendapatkan panggilan kepolisian pada tanggal 30 Maret 2026. Maka panggilan kepolisian datang sesudah saya berada di Mesir kurang lebih sekitar 15 hari," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Al Misry mengapresiasi kinerja penyidik Bareskrim Polri yang memberikan kesempatan pemeriksaan secara daring. Ia juga menegaskan statusnya masih sebagai saksi.
"Panggilan kepolisian ini sebagai saksi, bukan sebagai tersangka, sebagaimana yang dibayangkan atau disebarkan oleh banyak orang," ucapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi atau tabayun, serta membantah tuduhan lain yang menyebut dirinya pernah menyampaikan pernyataan tidak pantas.
"Itu adalah dusta dan fitnah yang sangat kejam yang melukai hati kita sebagai Muslim," ujarnya.
Ahmad Al Misry kembali menantang pihak yang menyebarkan tuduhan untuk membuktikan klaim tersebut.
"Dan saya minta kepada ustadz yang menyebarkan informasi tersebut, atau fitnah, atau tuduhan tersebut, mendatangkan walaupun satu video. Saya berfatwa dengan demikian. Demi Allah, saya tidak pernah berfatwa dengan hal demikian dan ini adalah fitnah yang sangat kejam yang disebarluaskan di banyak medsos," katanya.
Ia juga menyinggung pihak-pihak yang mengaku mengenalnya namun disebut tidak pernah berkomunikasi langsung dengannya.
"Orang-orang tersebut tidak pernah berjumpa dengan saya, bertemu saya sekalipun, berkomunikasi lewat WA juga tidak pernah. Dan disayangkan banyak dai-dai yang menyebarluaskan fitnah-fitnah tersebut tanpa tabayyun kepada saya padahal nomor kontak saya ada sama mereka," ungkapnya.
Ia menutup dengan imbauan agar masyarakat berhati-hati dalam menyampaikan informasi.
"Ini klarifikasi saya kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat yang berada di Indonesia dan di wilayah-wilayah lainnya," tandasnya.

