IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Berita

Massa Gelar Aksi, Mengepung Hotel Tempat Netanyahu Menginap di New York

New York – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba di New York pada Kamis untuk menghadiri Sidang Umum PBB, namun kedatangannya disambut gelombang unjuk rasa besar yang menentangnya. Kedatangan Netanyahu juga diwarnai laporan mengenai rute penerbangan yang tidak biasa, yang diduga untuk menghindari surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Gaza.

Ratusan demonstran, termasuk ekspatriat Israel dan keluarga sandera yang ditawan di Gaza, berkumpul di luar hotel tempat Netanyahu menginap di Manhattan. Mereka membawa spanduk bertuliskan, “Selamatkan Israel dari Netanyahu,” “Hentikan perang,” dan “Bebaskan mereka semua (sandera).”

Teriakan “Bawa mereka pulang” dan “Tidak ada solusi militer” menggema diiringi dentuman drum, menyuarakan tuntutan untuk diakhirinya konflik dan pembebasan segera para sandera. Para pengunjuk rasa juga menolak reformasi sistem peradilan pemerintahan Netanyahu pada 2023 yang sebelumnya memicu gelombang demonstrasi di Israel dan Yahudi Amerika di New York.

Gerakan protes yang dipimpin warga Israel di New York, yang sempat menurun di tengah konflik di Gaza, kini kembali menguat dengan fokus pada dukungan apolitis bagi para sandera serta aktivisme politik menentang Netanyahu.

Kelompok aktivis ekspatriat Israel, UnXeptable, akan melanjutkan protes pada Jumat di luar studio Fox News di Manhattan, berharap dapat menarik perhatian tokoh politik AS. “Prinsip paling mendasar Yahudi adalah bahwa menyelamatkan nyawa adalah nilai tertinggi. Netanyahu telah meninggalkan sandera kami demi kelangsungan hidup politiknya sendiri,” kata Offir Gutelzon, pendiri UnXeptable.

BK DPR RI Perkuat Telesurvei untuk Susun RUU Akurat

Keluarga dari beberapa sandera juga dijadwalkan berunjuk rasa di luar PBB selama pidato Netanyahu pada Jumat. Demonstrasi ini bertujuan menekan Netanyahu dan pemimpin dunia lainnya “agar memprioritaskan para sandera dan menuntut pembebasan mereka segera.”

Selain itu, kelompok aktivis anti-Israel non-Yahudi juga telah mengumumkan demonstrasi besar pada Jumat pagi di PBB. Meskipun sama-sama menentang Netanyahu, kedua kelompok tersebut tidak berafiliasi, dengan kelompok non-Yahudi fokus menentang genosida warga Palestina di Gaza dan mengucilkan Zionis.

Dalam agenda resminya, Netanyahu dijadwalkan berpidato pada Jumat 26 September 2025 di Sidang Umum PBB. Tak lama setelah tiba di New York pada Kamis, ia menjamu utusan AS Steve Witkoff di kediamannya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Jared Kushner, menantu mantan Presiden AS Donald Trump, dan Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer. Pembicaraan mereka dilaporkan berfokus pada rencana AS untuk menghentikan perang Gaza dan perkembangan politik terbaru.

Sumber diplomatik menyebut Witkoff dan Kushner baru-baru ini memberi pengarahan kepada Israel mengenai rencana perdamaian 21 poin Trump untuk mengakhiri perang Gaza. Namun, Netanyahu dan Dermer mengajukan keberatan terhadap beberapa ketentuan. Netanyahu sendiri diperkirakan akan bertemu Trump pada Senin.

Adang Soroti Kesiapan Polres Jakut Terapkan KUHP-KUHAP Baru

Pesawat yang membawa Netanyahu dilaporkan mengambil rute yang tidak biasa menuju AS, melewati Yunani dan Italia, sembari menghindari wilayah udara Prancis dan Spanyol. Media Israel mengaitkan perubahan rute tersebut dengan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh ICC terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Prancis dan Spanyol sebelumnya telah bersumpah akan menahan Netanyahu jika ia melewati wilayah mereka.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 65.500 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, telah tewas di Gaza akibat operasi militer Israel. Pengeboman tanpa henti telah menjadikan daerah kantong itu tidak layak huni, menyebabkan kelaparan, dan penyebaran penyakit. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza.

Komentar

Berita Populer

01

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

05

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

06

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru