Jakarta – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menargetkan produksi minyak goreng Minyakita mulai tahun depan. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil porsi sebesar 30 persen dari produksi nasional.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Agus Sutomo, menyampaikan rencana tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR pada Selasa, 23 September 2025. Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menugaskannya untuk berkolaborasi dengan PalmCo, anak usaha holding perkebunan di bawah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang memiliki kilang atau *refinery* baru.
Agus menegaskan, perusahaannya akan memprioritaskan pasokan *Crude Palm Oil* (CPO) kepada PTPN guna memenuhi target 30 persen produksi Minyakita. Namun, jika produksi CPO berlebih, Agrinas Palma Nusantara juga akan menawarkannya kepada vendor lain.
Selain rencana produksi Minyakita, Agrinas Palma Nusantara juga akan memproduksi biodiesel B100 pada tahun 2029. Nantinya, CPO yang dihasilkan perusahaan akan diolah secara mandiri untuk kedua produk tersebut, sehingga tidak akan dijual sebagai bahan mentah.
Saat ini, Agrinas Palma Nusantara mengelola seluas 509 ribu hektare perkebunan kelapa sawit. Perusahaan tersebut mampu memproduksi lima hingga delapan ribu ton tandan buah segar (TBS) per hari.
Agus memperkirakan produksi TBS dapat melonjak menjadi 10 hingga 12 ribu ton per hari setelah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra. Sejak Maret 2025 hingga saat ini, total produksi TBS diperkirakan mencapai 3 juta ton, yang berarti rata-rata 273 ribu ton per bulan. Agus memproyeksikan produksi CPO sekitar 415 ribu ton pada akhir tahun, dengan tingkat rendemen berkisar 20 persen.


