Jakarta – Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap motif di balik penculikan dan pembunuhan sadis terhadap Muhamad Ilham Pradipta, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih. Kejahatan ini berakar pada profesi korban sebagai pekerja perbankan, di mana para pelaku berupaya memindahkan sejumlah dana dari rekening dormant.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa para tersangka merencanakan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan milik mereka. Untuk melancarkan aksinya, para pelaku membutuhkan seorang kepala cabang bank yang bisa diajak bekerja sama.
“Para pelaku berharap dengan menculik korban, mereka bisa memaksa Ilham memberikan otorisasi untuk menggeser dana dari rekening dormant ke rekening pelaku,” ujar Wira, pada Selasa.
Namun, rencana keji para pelaku gagal total. Almarhum Ilham Pradipta menolak keras ajakan kerja sama tersebut, meskipun telah diancam dan dipukuli berkali-kali hingga tak berdaya.
Akibat penolakan ini, para pelaku tidak berhasil memindahkan dana yang mereka incar dari rekening dormant. “Dalam kasus ini, uang itu belum sempat dipindahkan dan masih utuh di rekening dormant,” tegas Wira.
Sebelumnya, terungkap bahwa pelaku utama, Candy alias Ken, bersama Dwi Hartono, sempat memindahkan sejumlah dana hasil pembobolan salah satu Bank BUMN ke *money changer*. Mereka kemudian berupaya menggeser kembali uang tersebut dari *money changer*.
Keduanya lantas mencari beberapa kepala cabang bank yang bersedia diajak bekerja sama dalam proses pemindahan dana tersebut. Mereka telah menyiapkan tiga profil kepala cabang dari dua bank milik negara yang berbeda.
Dua kepala cabang yang didekati ternyata menolak untuk terlibat dalam skema ilegal ini. Hal ini menyisakan satu alternatif terakhir, yaitu Muhamad Ilham Pradipta, Kepala KCP BRI Cempaka Putih.
Para pelaku memilih Ilham secara acak. Berbekal kartu nama milik korban, mereka mulai membuntuti dan akhirnya menculik Ilham untuk melancarkan kejahatan mereka.


