Jakarta – Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta, ditemukan tewas di wilayah Bekasi, Jawa Barat, dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta bagian mata dan mulut terlakban.
Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen setelah adanya tekanan pada tulang leher dan dada, serta ditemukan bekas luka benda tumpul di bagian dada dan leher. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polri Kramatjati, Brigadir Jenderal Prima Heru Yulihartono, pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Prima menjelaskan, hasil autopsi dan visum terhadap tubuh korban menunjukkan adanya tanda kekerasan pada bagian luar dan dalam tubuh. “Ditemukan tanda kekerasan pada bagian luar dan dalam tubuh korban, luka-lukanya bagian dada dan leher akibat benda tumpul,” ujar Prima.
Ia menambahkan, kematian Ilham disebabkan kesulitan bernapas setelah adanya tekanan pada tulang leher dan dada. Namun, Prima belum bisa menentukan lamanya waktu korban meninggal dunia.
Pihak rumah sakit juga masih memeriksa ada atau tidaknya racun di dalam tubuh korban. Hasil pemeriksaan toksikologi tersebut, kata Prima, diperkirakan akan keluar dalam waktu sepekan.
Sementara itu, polisi sebelumnya telah menangkap empat pelaku penculikan korban, yakni AT, RS, RAH, dan RW. Namun, keempatnya bukan merupakan pelaku pembunuhan. Kepala Unit IV Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Charles Bagaisar mengatakan polisi masih memburu pelaku pembunuhan Ilham. Pihaknya juga masih memeriksa keempat pelaku yang telah ditangkap untuk mengungkap motif di balik pembunuhan ini.
Mohamad Ilham Pradipta diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan. Peristiwa tragis itu terjadi di salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Dicky membenarkan korban tidak hanya diculik, tetapi juga dibunuh, dan jenazahnya ditemukan beberapa hari kemudian di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, telah mengonfirmasi dan menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Pihaknya tengah mendalami peristiwa tersebut. “Karyawan yang meninggal itu kami sedang melakukan pendalaman. Kami juga prihatin, sepertinya diculik, saya lihat di videonya itu diculik dari mobil, dimasukin mobil, terus dibawa, tahu-tahu meninggal tadi pagi,” ujar Hery dalam rapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 21 Agustus 2025.
Terkait motif penculikan serta pembunuhan tersebut, BRI juga masih menunggu kabar dari polisi. “Apakah itu berkaitan dengan penagihan atau *collection*, atau bagaimana, kami belum dapat, polisi sedang melakukan pendalaman untuk itu,” kata Hery.

