Beijing – Novak Djokovic kembali menunjukkan dominasinya di China Open setelah merebut gelar ketujuh dan memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya di turnamen itu menjadi 34 laga.
Petenis Serbia tersebut mengamankan trofi ke-102 sepanjang kariernya di final, Selasa, setelah lawannya asal Australia, Alex de Minaur, mundur karena cedera pangkal paha. Dengan hasil itu, Djokovic juga menorehkan catatan istimewa: setidaknya satu gelar tunggal dalam 21 tahun berturut-turut.
Pertandingan final sempat berjalan ketat pada set pertama. Djokovic menang lewat tiebreak 7-3 sebelum De Minaur memutuskan berhenti saat tertinggal 0-1 pada set kedua.
De Minaur sebenarnya mencoba bertahan meski kondisinya tidak ideal. Setelah kehilangan set pembuka, unggulan kelima asal Australia itu sempat mendapat perawatan medis dan kembali ke lapangan dengan paha kiri dibalut perban. Namun, cedera tersebut membuatnya tak bisa melanjutkan pertandingan hingga tuntas.
Usai laga, Djokovic menyampaikan simpati kepada De Minaur dan berharap sang lawan lekas pulih. Ia juga mengakui musim ini tidak mudah dijalani karena diwarnai sejumlah persoalan fisik dan kesehatan.
Petenis berusia 39 tahun itu menegaskan dirinya terus berupaya menemukan kembali permainan terbaik agar tetap kompetitif di level tertinggi. Kemenangan di Beijing, kata dia, menjadi bukti bahwa dirinya masih mampu bersaing sekaligus mempertahankan dominasinya di turnamen tersebut.


