IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Sport

Nico Paz Paling Siap Warisi Nomor 10 Argentina

Pemain paling cocok menjadi pewaris nomor 10 Argentina sepeninggal Lionel Messi

Jakarta – Nomor punggung 10 Argentina setelah Lionel Messi bukan sekadar simbol, melainkan beban sejarah yang nyaris mustahil ditandingi. Meski tak ada sosok yang benar-benar dapat menggantikannya, pencarian penerus tetap berjalan karena sepak bola tidak berhenti menunggu legenda berikutnya.

Secara aturan, Argentina juga tak bisa begitu saja mempensiunkan nomor itu. FIFA mewajibkan penomoran skuad secara berurutan di turnamen besar, sehingga nomor 10 tetap harus diberikan kepada pemain lain. Situasi serupa pernah terjadi saat Ariel Ortega mengenakannya di Piala Dunia 2002, setelah upaya Argentina untuk memensiunkan nomor Diego Maradona ditolak.

Kini, pertanyaan utamanya adalah siapa yang paling layak mewarisi seragam ikonik tersebut. Dari talenta muda hingga nama yang sudah mapan, berikut 10 kandidat terdepan.

Valentín Carboni berada di posisi ke-10. Gelandang serang milik Inter ini sempat memakai nomor 10 saat Argentina tampil di Piala Dunia U-20 2023 di tanah sendiri, setelah Brighton menolak melepas Facundo Buonanotte.

Perjalanannya tidak selalu mulus. Ia sempat menjalani masa peminjaman dan kembali ke Argentina untuk memperkuat Racing Club. Namun, kaki kiri dan visi bermainnya masih membuat Carboni dipandang sebagai prospek serius untuk masa depan.

Barcelona Perpanjang Kontrak Xavi Espart Hingga 2030

Di urutan kesembilan ada Álvaro Montoro dari Botafogo. Ia juga pernah dipercaya mengenakan nomor 10 saat membela Argentina U-20 pada Piala Dunia 2025 di Chile, ketika timnya melaju sampai final sebelum kalah dari Maroko.

Lahir pada 2007, Montoro lebih dulu mencicipi gelar liga Argentina bersama Vélez Sarsfield sebelum berlabuh ke Botafogo. Statusnya masih sebagai aset jangka panjang, tetapi ia telah menunjukkan bahwa nomor keramat itu bukan beban yang tak mampu ia pikul di level usia muda.

Claudio Echeverri menempati peringkat kedelapan. Julukan “El Diablito” melekat kuat setelah ia mencuri perhatian lewat hat-trick ke gawang Brasil pada perempat final Piala Dunia U-17 2023.

Manchester City kemudian meminjamkannya ke Bayer Leverkusen dan Girona demi mendukung perkembangannya. Bila konsistensinya terjaga, dribel dan kreativitas Echeverri bisa membawanya naik kelas menjadi figur penting Argentina di masa depan.

Paulo Dybala ada di posisi ketujuh. Namanya kerap memantik nostalgia karena ia mencetak gol dalam adu penalti final Piala Dunia 2022 dan sudah lama disebut sebagai pewaris alami Messi.

Persib Mengamuk, Taklukkan Port FC Lewat Comeback Dramatis

Namun, cedera membuatnya kehilangan peluang tampil di Piala Dunia 2026. Setelah menolak Boca Juniors demi bertahan lebih lama di Roma, Dybala dinilai lebih realistis sebagai solusi jangka pendek ketimbang penerus permanen.

Alexis Mac Allister berada di urutan keenam. Gelandang Liverpool ini bukan hanya soal gaya bermain, melainkan juga status dan pengaruh. Ia mencetak gol ke gawang Polandia di Piala Dunia 2022 dan memberi assist kepada Ángel Di María di final.

Sejak saat itu, Mac Allister terus menjadi bagian penting dari tim. Kecerdasannya dalam mengolah bola membuka kemungkinan baginya untuk menjalankan peran yang lebih ofensif, sementara pengalamannya akan membantu para pemain muda yang bersaing dengannya.

Julian Álvarez menempati posisi kelima. Ia memang bukan pilihan yang lazim karena berposisi asli sebagai penyerang dan mencetak empat gol di Piala Dunia 2022 saat mengenakan nomor 9.

Meski begitu, sejarah menunjukkan nomor 10 tidak selalu hanya milik playmaker. Mario Kempes pernah memakainya sebagai penyerang saat Argentina juara pada 1978. Dengan tekanan tanpa henti dan ketajamannya di laga besar, Álvarez dinilai pantas masuk daftar kandidat utama, terlebih masa emas kariernya masih terbentang panjang.

Shin Tae-yong Ungkap Marselino Gabung Persija Akhir November

Enzo Fernández berada di peringkat keempat. Ia adalah gelandang tengah, bukan nomor 10 klasik, tetapi perannya di era Scaloni sangat besar. Status sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022 membuatnya cepat naik menjadi pilar utama dalam periode kejayaan Argentina yang sarat trofi.

Memberikan nomor 10 kepada Fernández akan menjadi pengakuan atas kepemimpinannya, bukan sekadar posisinya di lapangan. Ia sudah mencetak gol-gol penting, termasuk saat melawan Inggris dan gol kemenangan dramatis kontra Mesir.

Thiago Almada duduk di posisi ketiga. Scaloni sebenarnya sudah pernah menunjuknya untuk mengenakan nomor itu. Ia bahkan sempat dijadwalkan memakainya saat laga di Ekuador, tetapi staf pelatih memilih tidak mengambil risiko dan nomor tersebut akhirnya diberikan kepada pemain lain.

Almada datang dengan modal besar: juara Piala Dunia 2022 dan juara Copa Libertadores bersama Botafogo. Kualitas eksekusi bola mati serta kreativitasnya sesuai dengan tuntutan seorang pemilik nomor 10.

Franco Mastantuono berada di peringkat kedua. Ia sudah pernah memakai nomor itu saat masuk sebagai pemain pengganti melawan Ekuador pada 2025, dan mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang mengenakan nomor 10 Argentina pada usia 18 tahun 27 hari, melampaui rekor Maradona.

Mastantuono sempat mengejutkan banyak pihak karena tidak masuk skuad Piala Dunia 2026. Meski begitu, performanya saat dipinjamkan ke Fiorentina membuat namanya kembali diperhitungkan. Real Madrid merekrutnya bukan tanpa alasan: bakatnya dianggap luar biasa.

Di puncak daftar ada Nico Paz. Gelandang serang kaki kiri milik Como ini tampil sebagai kandidat terkuat, apalagi setelah mencatat 19 gol dan 17 assist dalam 75 pertandingan pertamanya.

Paz juga bagian dari skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026 dan berkembang pesat di bawah asuhan Cesc Fàbregas. Ia mencetak gol dalam kemenangan 4-0 atas Bolivia, laga pertama Argentina setelah pensiunnya Messi. Adanya klausul pembelian kembali dari Real Madrid menunjukkan betapa tinggi penilaian terhadapnya, dan atribut playmaking-nya dinilai paling cocok untuk membawa nomor 10 menuju babak baru.

Komentar