IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Sport

Dion Cools Soroti Pertahanan Indonesia Bikin Malaysia Frustrasi

Bikin Malaysia frustrasi, Dion Cools soroti pertahanan timnas Indonesia

Jakarta – Malaysia gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain saat menghadapi Timnas Indonesia pada laga yang berakhir tanpa gol. Meski lawan bermain dengan 10 orang, Harimau Malaya tak mampu menembus rapatnya pertahanan Indonesia hingga duel selesai 0-0.

Kapten Malaysia, Dion Cools, mengaku hasil itu meninggalkan kekecewaan. Menurut dia, situasi pertandingan sebenarnya memberi keuntungan bagi timnya setelah Indonesia kehilangan satu pemain.

Meski begitu, bek berusia 30 tahun tersebut menolak meremehkan perlawanan tim Merah Putih. Ia menilai laga berlangsung sangat intens sejak awal, dengan kedua tim sama-sama tampil penuh determinasi.

“Pertandingan yang sangat bagus dan saya pribadi sangat menikmatinya. Tentu saja tensinya tinggi, tetapi saya pikir kedua tim sudah memberikan yang terbaik,” ujar Cools, dikutip dari laman resmi FIFA.

Cools juga menyoroti atmosfer laga yang membuat duel Indonesia kontra Malaysia terasa semakin hidup. Di tengah rivalitas panjang kedua negara, ia melihat para pemain tetap menjaga sikap saling menghormati di lapangan.

Rahmat Erwin Pecahkan Rekor Dunia dan Raih Emas Asian Games 2026

“Para suporter bisa menikmati laga yang menarik dari kedua belah pihak, dan ada rasa saling menghormati yang sangat besar dari kedua tim di lapangan,” katanya.

Momen krusial terjadi setelah Thom Haye diganjar kartu merah. Sejak saat itu, Malaysia memiliki ruang lebih besar untuk menguasai permainan dan menyusun serangan.

Namun, tambahan pemain tidak otomatis mengubah hasil. Indonesia justru bertahan lebih rapat dan mampu menutup semua celah hingga peluit akhir berbunyi.

Cools mengakui kondisi seperti itu sering kali tidak memudahkan tim yang unggul jumlah pemain. Ia menyebut lawan justru bisa mengubah pendekatan permainan dengan bertahan lebih dalam dan mengandalkan ancaman dari situasi lain.

“Dalam sepak bola, situasi seperti itu tentu mengubah dinamika permainan. Namun di saat yang sama, terkadang situasinya justru menjadi lebih sulit karena kamu tahu lawan akan bertahan lebih dalam dan mencoba memberi ancaman dari situasi lain,” jelasnya.

Timnas Voli Putra Indonesia Tahan Iran, Kandas di 8 Besar

Malaysia terus mencoba membongkar pertahanan Indonesia, tetapi upaya mereka tak membuahkan hasil. Cools lantas memberi apresiasi kepada barisan belakang Indonesia yang tampil disiplin menjaga gawang tetap aman.

“Saya harus memberikan respek kepada Indonesia karena mereka bertahan dengan sangat baik. Sayangnya kami tidak bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain tersebut,” tuturnya.

Meski gagal menang, Cools tetap menilai performa Malaysia pantas diapresiasi. Ia bahkan menegaskan bahwa timnya sudah menunjukkan permainan yang solid.

“Saya pikir kami sudah memainkan pertandingan yang sangat bagus dan kami patut bangga dengan performa kami,” ucap dia.

Sejak awal, Malaysia memang datang dengan target tiga poin. Akan tetapi, Cools memahami bahwa menghadapi Indonesia di pertandingan seperti ini bukan perkara mudah.

Indonesia Tambah Tiga Medali, Peringkat Asia Belum Berubah

“Tentu saja sebelum laga kami ingin memenangkan pertandingan. Namun, kami tahu ini akan menjadi laga yang sangat sulit,” katanya.

Hasil imbang tidak membuat ambisi Malaysia surut. Cools menekankan timnya harus tetap menjaga semangat untuk selalu menang di setiap pertandingan.

“Tapi tentu saja kami harus tetap ambisius dan selalu ingin memenangkan setiap pertandingan yang kami jalani,” tegasnya.

Hasil itu membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama masih punya peluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Malaysia akan melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (1/10/2026), sementara Indonesia menghadapi Bangladesh di SUGBK pada waktu yang sama.

Komentar