Depok – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok menyatakan kontingen menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 sudah bergerak sesuai jalur persiapan yang ditetapkan. Sejumlah cabang olahraga kini memasuki tahap pematangan akhir dengan latihan terpusat, uji tanding, hingga mengikuti berbagai kejuaraan sebagai bahan evaluasi.
Porprov XV Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada November 2026, dan Kota Depok menjadi salah satu daerah tuan rumah. Memasuki sekitar 40 hari menjelang pelaksanaan, setiap cabang mulai mengerucutkan persiapan agar performa atlet mencapai titik terbaik saat pertandingan.
Ketua KONI Kota Depok Heri Supriyanto menegaskan, program latihan yang dijalankan para atlet berjalan baik dan sesuai rancangan masing-masing cabor. Menurut dia, sejumlah cabang bahkan telah menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan penuh.
“Secara umum saya pantau persiapannya sudah bagus sekali. Mereka sudah menjalankan sesuai dengan program masing-masing setiap cabor,” kata Heri.
Di sela pemusatan latihan, para atlet juga turun dalam try out dan kejuaraan resmi. Langkah itu, kata Heri, dipakai untuk mengukur kemampuan sekaligus melihat sejauh mana program yang disusun benar-benar efektif.
“Kalau saya bisa katakan bahwa semua sudah on the track sesuai dengan harapan kita dan penjelasan dari setiap cabang olahraga,” ujarnya.
KONI Depok kini memberi sorotan pada tiga hal utama jelang pertandingan, yakni kesehatan, mental, dan teknik. Heri menekankan, kondisi fisik atlet harus terus dijaga agar mereka bisa tampil dalam keadaan prima dan mencapai peak performance saat turun bertanding.
Dari sisi kesehatan, pemantauan dilakukan secara berkala, terlebih dengan semakin tingginya intensitas latihan menuju Porprov. Sementara untuk kesiapan mental, KONI Depok menggandeng perguruan tinggi guna memberikan pendampingan psikologi kepada atlet.
Pendampingan itu sudah berjalan di beberapa cabor. Para atlet diberi ruang berdiskusi dan mendapatkan dukungan untuk menjaga kesiapan psikologis sebelum menghadapi pertandingan.
“Kami bekerja sama dengan Universitas Gunadarma untuk melakukan pendampingan psikologi atlet dan selama ini sudah berjalan,” ungkap Heri.
Selain fisik dan mental, KONI Depok juga menyiapkan langkah antisipasi untuk risiko cedera yang bisa muncul akibat latihan yang semakin berat. Penanganan atlet yang cedera disiapkan melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan serta sejumlah rumah sakit di Kota Depok.
Heri menjelaskan, pihaknya sudah menandatangani nota kesepahaman dengan rumah sakit di Depok agar penanganan bisa dilakukan cepat bila ada atlet yang cedera.
“Yang penting penanganan dulu, untuk administrasi mungkin sambil jalan,” ujarnya.
Memasuki 30 hari terakhir sebelum Porprov, persiapan kontingen akan naik ke fase khusus. Pada masa itu, beberapa cabang masih dijadwalkan menjalani try out sebelum seluruh program diarahkan ke tahap final menjelang pertandingan.
“Nanti 30 hari terakhir baru masa persiapan khusus,” kata Heri.
Ia menegaskan, secara umum seluruh atlet Depok sudah siap menghadapi Porprov Jabar 2026. Harapannya, mereka tidak hanya tampil maksimal, tetapi juga mampu menyumbangkan prestasi untuk daerah.
“Secara umum bahwa atlet siap, semuanya siap. Siap bertanding dan siap juga memenuhi harapan dia sendiri untuk bisa memberikan kontribusi medali kepada Kota Depok,” tandasnya.
Sebelumnya, KONI Kota Depok juga menyebut persiapan kontingen terus dimatangkan lewat konsolidasi administrasi, pendataan atlet dan ofisial, serta pemenuhan kebutuhan teknis lain menjelang ajang tersebut.


