NEW YORK, Gonesia.com – Petenis asal Kazakhstan, Elena Rybakina, resmi menahbiskan diri sebagai penguasa baru tenis dunia setelah menjuarai US Open 2026 di Arthur Ashe Stadium, New York, pada Minggu (13/9).
Kepastian gelar juara tersebut ia raih usai menundukkan petenis Belarusia, Aryna Sabalenka, melalui pertarungan sengit tiga set dengan skor 6-4, 5-7, 6-2.
Duel final yang berlangsung selama dua jam 21 menit ini sekaligus menghentikan ambisi Sabalenka yang bertekad mencetak hattrick gelar secara beruntun di turnamen bergengsi tersebut.
Kemenangan ini memiliki arti ganda bagi Rybakina, yakni membawa pulang trofi sekaligus menggeser posisi Sabalenka dari peringkat satu dunia WTA.
Rybakina dipastikan akan menduduki takhta tertinggi dalam pembaruan peringkat resmi yang dijadwalkan rilis pada Senin besok.
Perubahan posisi di puncak klasemen ini sudah terprediksi sejak sang petenis berusia 27 tahun tersebut berhasil menembus babak semifinal turnamen.
Dalam seremoni penyerahan piala di lapangan, Rybakina memberikan penghormatan khusus kepada lawannya yang sempat mendominasi ranking dunia selama 99 pekan.
“Dia (Aryna Sabalenka) pemain yang hebat. Dia pemain dengan mental juara yang luar biasa,” tutur Rybakina saat seremoni, on court.
Bagi Rybakina, trofi US Open 2026 ini menjadi gelar grand slam ketiga sepanjang karier profesionalnya.
Sebelumnya, ia telah membuktikan kualitasnya dengan memenangkan Wimbledon pada tahun 2022 dan Australian Open awal tahun 2026 ini.
Keberhasilan di New York juga mengantarkan petenis tersebut membawa pulang hadiah uang tunai senilai USD5,5 juta atau setara dengan Rp96 miliar.
Ia menekankan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan buah dari dedikasi panjang yang ia bangun bersama tim kepelatihannya.
“Saya dan tim ke sini memang untuk menjadi yang terbaik, dan kami tahu itu tidak mudah. Kami harus bekerja keras, karena tanpa kerja keras ini semua tidak akan mungkin,” ujarnya.
Keberhasilan Rybakina meremukkan hati pendukung Amerika Serikat yang mengharapkan dominasi di turnamen ini menjadi catatan sejarah baru dalam dunia tenis.
Kini, perhatian publik tenis internasional beralih pada partai puncak nomor tunggal putra yang akan digelar segera.
Pertandingan tersebut akan mempertemukan petenis favorit tuan rumah, Ben Shelton, melawan unggulan pertama asal Jerman, Alexander Zverev.
Seluruh mata kini tertuju pada Zverev untuk melihat apakah ia mampu membendung semangat juang Shelton di hadapan publiknya sendiri.
Penyelenggaraan US Open 2026 sejauh ini telah menyajikan dinamika persaingan yang ketat di antara para petenis elit dunia.
Transformasi kekuatan di sektor putri menjadi bukti bahwa peta persaingan tenis dunia semakin kompetitif dan sulit diprediksi.
Rybakina kini dipandang sebagai tolok ukur baru bagi para petenis lain yang ingin menduduki puncak peringkat WTA.
Keberhasilannya di New York mengukuhkan statusnya sebagai salah satu atlet paling dominan di era modern saat ini.


