JAKARTA, Gonesia.com – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menetapkan strategi ekspansi agresif dengan membidik pertumbuhan ekspor hingga mencapai angka dobel digit dalam jangka panjang guna memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional.
Fokus utama dari langkah strategis ini adalah memperbesar kontribusi penjualan dari kawasan Asia Tenggara yang kini menjadi pasar ekspor utama bagi perseroan.
Direktur Keuangan Kalbe Farma, Kartika Setiabudy, menyatakan bahwa saat ini kontribusi ekspor terhadap total penjualan keseluruhan perusahaan masih berada di bawah angka 10 persen.
“Untuk bisnis ekspor ini menjadi suatu target bagi kami untuk bisa meningkatkan kontribusi ekspor kami yang saat ini masih di kisaran di bawah 10%,” ujar Kartika dalam konferensi pers, Jumat (11/9/2026).
Ia menambahkan bahwa peningkatan kontribusi tersebut akan dilakukan secara bertahap mengingat porsi ekspor saat ini masih tergolong relatif kecil.
Perusahaan mencatat kinerja yang positif dalam dua tahun terakhir terkait performa ekspor mereka.
Ke depan, perseroan memiliki ambisi untuk mencatatkan laju pertumbuhan bisnis ekspor yang lebih pesat dibandingkan dengan pertumbuhan pasar domestik.
“Secara jangka panjang kami menginginkan adanya pertumbuhan yang lebih tinggi dari bisnis ekspor kami di atas pertumbuhan untuk pasar lokal,” katanya.
Data keuangan per 30 Juni 2026 menunjukkan bahwa perusahaan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp 19,47 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan 14,04 persen secara tahunan.
Dari total penjualan tersebut, kontribusi domestik mencapai Rp 18,04 triliun, sementara segmen ekspor menyumbang Rp 1,43 triliun.
Pencapaian segmen ekspor tersebut menunjukkan tren kenaikan yang signifikan sebesar 23,66 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sebagai catatan, pada semester I-2025, kontribusi ekspor KLBF tercatat hanya senilai Rp 1,15 triliun.
Kartika mengungkapkan bahwa perusahaan masih melihat adanya ruang yang cukup luas untuk mengoptimalkan penjualan di negara-negara tetangga.
“Terutama kami melakukan ekspor ke pasar regional di kawasan Asia Tenggara dengan beberapa negara tetangga yang merupakan tujuan ekspor utama kami,” jelasnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, perseroan akan terus mendorong produk-produk yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan spesifik di masing-masing negara tujuan.
Selain tujuan pertumbuhan penjualan, peningkatan ekspor juga diproyeksikan berfungsi sebagai instrumen natural hedging bagi perusahaan.
Strategi ini diharapkan mampu membantu Kalbe Farma dalam mengelola risiko serta menekan dampak negatif dari volatilitas nilai tukar mata uang asing.
Dengan memperkuat portofolio di pasar ASEAN, perusahaan berharap dapat menciptakan keseimbangan pendapatan yang lebih stabil di masa depan.


