JAKARTA, Gonesia.com – Tren penurunan harga emas Antam yang terjadi saat ini justru dipandang sebagai momentum strategis bagi para investor untuk menambah aset logam mulia mereka.
Data terkini menunjukkan harga emas Antam bertengger di posisi Rp2.625.000 per gram pada Kamis (10/9/2026).
Angka tersebut mencatatkan pelemahan yang cukup dalam dibandingkan rekor harga tertinggi sepanjang masa yang sempat menembus Rp3.168.000 per gram pada Januari 2026 lalu.
Posisi harga buyback atau harga jual kembali emas Antam saat ini dipatok pada angka Rp2.475.000 per gram.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa prospek emas hingga penutupan tahun 2026 masih menunjukkan sinyal positif.
Ia merujuk pada konsensus analis global yang memproyeksikan harga emas spot internasional akan bergerak di kisaran US$4.800 hingga US$5.000 per ounce.
“Prospek hingga akhir 2026 masih cukup positif, konsensus analis memperkirakan harga emas spot internasional akan berkisar US$4.800-US$5.000,” ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (10/9/2026).
Potensi kenaikan harga emas tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 10% dari posisi harga internasional saat ini.
Dengan asumsi nilai tukar rupiah yang stabil terhadap dolar Amerika Serikat, Lukman memprediksi harga emas Antam domestik memiliki peluang untuk kembali menguat.
Ia memperkirakan harga emas batangan tersebut berpotensi menyentuh kisaran Rp2,9 juta hingga Rp3 juta per gram pada penghujung tahun 2026.
Meski saat ini harga masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan posisi satu bulan sebelumnya, ia menilai aset ini tetap layak untuk dikoleksi.
Ia menyarankan para investor untuk tidak berekspektasi bahwa kenaikan harga akan terjadi secara linear atau terus-menerus tanpa adanya fluktuasi.
Oleh karena itu, strategi mengakumulasi emas secara bertahap saat harga mengalami koreksi dianggap sebagai langkah yang paling bijaksana.
Investor dengan orientasi jangka menengah hingga panjang dapat menjadikan penurunan harga saat ini sebagai kesempatan emas.
Pemanfaatan momentum koreksi harga menjadi kunci utama bagi pelaku pasar dalam mengoptimalkan kepemilikan aset fisik.
Langkah akumulasi bertahap ini dinilai mampu meminimalisir risiko volatilitas harga pasar yang kerap terjadi dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, pasar emas masih menunjukkan fundamental yang kuat di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.
Para pelaku pasar diharapkan tetap memantau pergerakan harga internasional sebagai acuan utama dalam menentukan keputusan investasi mereka.
Stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter global diprediksi akan terus menjadi sentimen utama yang menggerakkan harga emas hingga akhir tahun nanti.


