LABUHANBATU, Gonesia.com – Akses perbankan di wilayah pelosok Labuhanbatu, Sumatra Utara, kini tidak lagi sekadar urusan administratif, melainkan telah bertransformasi menjadi pendampingan ekonomi yang menyentuh langsung denyut nadi pelaku UMKM di lapangan.
Kepala Unit BRI Sigambal, Branch Office BRI Rantau Prapat, M. A. Hasibuan, menjadi garda terdepan dalam menjalankan misi jemput bola dengan menembus medan berlumpur dan keterbatasan sinyal demi menemui nasabah di pelosok.
Rutinitas yang telah ia jalani selama hampir dua tahun ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan riil pelaku usaha kecil yang sering kali tidak tertangkap hanya melalui dokumen pengajuan kredit semata.
Ia meyakini bahwa interaksi langsung di lokasi usaha mampu memberikan gambaran utuh mengenai kondisi operasional serta tantangan yang dihadapi oleh para pedagang.
“Menjadi Kepala Unit BRI bukan sekadar profesi, melainkan sebuah kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan kehidupan masyarakat,” ujar Hasibuan.
Dalam setiap kunjungannya, ia tidak hanya fokus pada penyaluran modal kerja, tetapi juga aktif memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan yang sehat bagi pelaku usaha.
Ia menekankan bahwa pembiayaan yang tepat sasaran harus dibarengi dengan pemahaman mendalam agar modal tersebut dapat menjadi katalisator pertumbuhan skala bisnis nasabah.
Menurut dia, kedekatan emosional dan profesional dengan nasabah adalah kunci untuk menciptakan solusi perbankan yang relevan dan berkelanjutan.
“Saya ingin menjadi jembatan perubahan bagi masyarakat. Saya ingin mereka melihat bahwa modal usaha yang mungkin terlihat kecil dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga. Ketika usaha mereka berkembang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.
Strategi pendampingan ini terbukti membuahkan hasil nyata dengan banyaknya nasabah yang sukses meningkatkan skala usaha dari penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi pengguna kredit komersial.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan nasabah dalam naik kelas merupakan indikator utama keberhasilan tugasnya sebagai perpanjangan tangan perbankan di daerah.
“Ketika melihat nasabah yang awalnya usaha kecil kemudian berkembang dan mampu meningkatkan skala usahanya, tentu ada rasa bangga. Artinya, apa yang kita lakukan bersama memberikan hasil,” ujarnya.
Selain akses modal, ia juga gencar melakukan literasi digital dengan memperkenalkan layanan perbankan modern seperti BRImo, QRIS, serta Agen BRILink.
Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat di wilayah pelosok tidak tertinggal dalam ekosistem transaksi keuangan digital yang lebih aman dan efisien.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa kedekatan antara insan BRI dan masyarakat merupakan strategi utama perseroan dalam memperluas inklusi keuangan secara nasional.
“Bagi BRI, inklusi keuangan bukan hanya tentang membuka akses terhadap produk dan layanan perbankan. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, insan BRI memiliki peran penting untuk hadir, mendengarkan, dan tumbuh bersama masyarakat,” ujar Dhanny.
Ia menambahkan bahwa dukungan menyeluruh bagi UMKM sangat krusial mengingat sektor ini merupakan penggerak utama roda perekonomian di tingkat akar rumput.
“Kami ingin BRI hadir sebagai partner yang menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan usahanya. Ketika usaha nasabah tumbuh, naik kelas, dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya, di situlah kami melihat makna dari kehadiran BRI di tengah masyarakat,” tutup Dhanny.


