IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp17.679 per Dolar AS Hari Ini

Grafik pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS yang menunjukkan tren penguatan.
Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.679 per dolar AS pada perdagangan Kamis (3/9).

JAKARTA, Gonesia.com — Nilai tukar rupiah mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (3/9), memutus tren pelemahan yang sempat membayangi pasar sejak awal pekan ini.

Mata uang Garuda ditutup pada level Rp 17.679 per dolar Amerika Serikat (AS).

Angka ini merepresentasikan apresiasi sebesar 0,47% dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp 17.763 per dolar AS.

Tren positif ini juga terpantau pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) milik Bank Indonesia.

Di pasar kurs referensi tersebut, rupiah bertengger di level Rp 17.689 per dolar AS atau menguat sebesar 0,46% secara harian.

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan Bank Indonesia yang kini berfokus pada prinsip impactful, inklusif, dan integratif.

Ia menambahkan, dalam menghadapi tantangan domestik seperti pengendalian inflasi, BI di bawah pimpinan Destry Damayanti berkomitmen memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Langkah strategis tersebut diyakini mampu menciptakan iklim sektor riil yang lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Bank sentral juga terus merumuskan kebijakan domestik yang responsif terhadap ketidakpastian global, termasuk tren suku bunga acuan negara maju yang masih bertahan tinggi atau higher for longer.

Meski demikian, Ibrahim memperingatkan bahwa ruang penguatan rupiah ke depannya masih cenderung terbatas.

IHSG Menguat ke Level 6.630 Mengikuti Tren Bursa Asia Hari Ini

Pasar saat ini masih diselimuti kekhawatiran mengenai potensi kenaikan inflasi umum maupun inflasi inti dalam beberapa bulan mendatang.

“Hal ini dipicu oleh tingginya biaya input dan logistik, kembali naiknya harga energi, serta potensi gangguan pasokan pangan akibat fenomena El Nino,” jelas Ibrahim.

Dari sisi eksternal, tekanan terhadap dolar AS justru memberikan ruang gerak bagi rupiah untuk melakukan pemulihan.

Pelemahan dolar AS dipicu oleh data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan performa di bawah ekspektasi pasar.

Data ADP Employment Change mencatat jumlah pekerja sektor swasta AS hanya bertambah 38.000 pada Agustus.

Harga Emas Antam Naik Rp15.000 Hari Ini, Cek Rinciannya

Angka tersebut jauh di bawah perkiraan pasar yang mematok angka 47.000 serta kenaikan periode sebelumnya sebesar 46.000.

Di sisi lain, pelaku pasar mulai meningkatkan spekulasi agresif bahwa The Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga paling cepat pada pertemuan September mendatang.

Sentimen tersebut menguat setelah Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengambil sikap lebih tegas terhadap isu inflasi dalam Simposium Jackson Hole pekan lalu.

“Menurut perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan tanggal 15-16 September saat ini berada di kisaran 64%, naik dari 36% pada pekan sebelumnya,” ujar dia.

Untuk perdagangan Jumat (4/9), pelaku pasar diperkirakan akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi krusial dari Amerika Serikat.

Fokus utama tertuju pada data klaim pengangguran mingguan serta indeks ISM Services PMI untuk periode Agustus.

Perhatian investor juga akan tertuju pada laporan ketenagakerjaan utama AS, yakni Nonfarm Payrolls (NFP), yang dijadwalkan rilis pada akhir pekan ini.

Berdasarkan proyeksi teknikal, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.630 hingga Rp 17.680 per dolar AS pada perdagangan esok hari.

Komentar

Berita Populer

01

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

02

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

03

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

04

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru