JAKARTA, Gonesia.com — Seorang pedagang kopi keliling berinisial HRN (61) kehilangan sepeda motornya setelah menjadi korban modus penipuan berkedok meminjam kendaraan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (24/8).
Pelaku melancarkan aksinya dengan berpura-pura kehabisan bahan bakar minyak saat melintas di area tempat korban berjualan.
Modus tersebut dilakukan dengan cara meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan hendak mengisi bahan bakar di stasiun pengisian terdekat.
Sebagai bentuk tipu daya agar korban percaya, pelaku sempat meninggalkan sepeda motor miliknya sendiri di dekat gerobak dagangan korban.
Korban yang merasa iba kemudian menyerahkan kunci kendaraannya kepada pelaku dengan harapan motornya akan segera dikembalikan dalam kondisi terisi bensin.
Namun, pelaku justru melarikan diri membawa sepeda motor milik korban dan tidak pernah kembali ke lokasi kejadian.
Peristiwa penggelapan tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (23/8) sekitar pukul 11.30 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP Kiki Tanlim, sebagaimana dilansir dari JPNN.com, menyatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Kami tengah mengejar pelaku dan mengumpulkan keterangan serta rekaman kamera yang ada di lokasi,” ujar Kiki.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan dari korban.
Penyidik juga sedang mendalami bukti-bukti pendukung, termasuk rekaman kamera pengintai atau CCTV yang berada di sekitar area tersebut.
“Kami memeriksa sejumlah kamera pengintai yang ada di lokasi kejadian untuk memastikan pelaku. Kami masih dalam proses penyelidikan,” lanjutnya.
Kiki menegaskan bahwa saat ini fokus utama timnya adalah mengidentifikasi pelaku melalui jejak digital dan keterangan saksi mata di lapangan.
“Sadar menjadi korban penipuan, korban langsung melapor ke Polsek Kelapa Gading. Korban ini kehilangan satu unit sepeda motor,” ungkap dia.
Korban sempat menunggu cukup lama di tempat ia berjualan sebelum akhirnya menyadari bahwa dirinya telah menjadi sasaran tindak pidana.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil, untuk lebih berhati-hati terhadap modus operandi orang asing yang meminta bantuan dengan dalih mendesak.
Penyelidikan mendalam terus dilakukan oleh aparat kepolisian untuk mengungkap identitas pelaku yang memanfaatkan empati pedagang kecil demi melancarkan kejahatan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan informasi tambahan untuk mempersempit ruang gerak pelaku di wilayah hukum Jakarta Utara.
Proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung juga terus dilakukan secara intensif.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk segera menuntaskan kasus ini agar memberikan kepastian hukum bagi korban yang kehilangan mata pencaharian utamanya.
Hingga berita ini diturunkan, pengejaran terhadap terduga pelaku masih terus dilakukan oleh unit Reskrim Polsek Kelapa Gading.


