NEW YORK, Gonesia.com – Bursa saham Wall Street mencatatkan performa gemilang pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Senin (10/8), dengan ketiga indeks utama kompak mencetak rekor kenaikan mingguan terbaik sejak April.
Lonjakan optimisme investor dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar, sehingga meredam spekulasi mengenai kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.
Indeks S&P 500 berhasil menguat 0,62 persen hingga menembus level tertinggi baru di posisi 7.757,64.
Nasdaq Composite mencatatkan performa lebih impresif dengan reli sebesar 1,3 persen ke level 26.690,62.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turut mengekor dengan kenaikan 151,83 poin atau setara 0,28 persen ke level 54.036,93.
Secara kumulatif, ketiga indeks tersebut telah membukukan penguatan selama dua pekan berturut-turut.
S&P 500 tercatat naik 3,6 persen, Nasdaq melonjak 5,2 persen, dan Dow Jones menguat hampir 3 persen dalam sepekan terakhir.
Sektor teknologi, khususnya saham-saham semikonduktor, menjadi motor utama penggerak indeks Nasdaq.
ETF iShares Semiconductor (SOXX) bahkan menutup pekan dengan pertumbuhan nilai lebih dari 7 persen.
Sentimen positif ini berakar dari laporan tenaga kerja nonpertanian yang menunjukkan ekonomi hanya kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli.
Angka tersebut jauh di bawah konsensus ekonom yang sebelumnya memprediksi penambahan hingga 83.000 lapangan kerja.
Meskipun tingkat pengangguran turun menjadi 4,1 persen dari proyeksi 4,2 persen, kondisi ini dibarengi dengan penurunan partisipasi angkatan kerja ke level terendah dalam lima tahun terakhir.
Perkembangan ini membuat pelaku pasar meyakini The Fed memiliki ruang yang cukup untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen pada pertemuan September mendatang.
Data dari CME FedWatch menunjukkan mayoritas pedagang kontrak berjangka kini condong pada skenario suku bunga tetap.
Padahal, hanya sehari sebelumnya, pasar masih memberikan probabilitas sebesar 55 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Chief Investment Officer Nuveen, Saira Malik, menyatakan data tersebut menjadi indikator bahwa pasar tenaga kerja Amerika Serikat sedang mengalami pelemahan.
“Angka yang lebih rendah ini membantu meredam narasi The Fed bahwa mereka perlu menaikkan suku bunga,” kata Malik dikutip Katadata dalam program “Squawk Box” di CNBC, Senin (10/8).
Ia menambahkan bahwa perhatian investor saat ini mulai bergeser pada dinamika imbal hasil obligasi serta arah inflasi ke depan.
Selain sektor semikonduktor, saham-saham perangkat lunak juga memimpin penguatan setelah laporan keuangan emiten meredam kekhawatiran terhadap disrupsi kecerdasan buatan atau AI.
Saham Atlassian melesat 35 persen setelah laba dan pendapatan kuartal keempat mereka melampaui ekspektasi pasar.
Saham Airbnb turut menguat 17 persen menyusul capaian pendapatan yang solid.
Di sektor energi, harga minyak dunia merangkak naik di tengah antisipasi potensi kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terkait akses Selat Hormuz.
Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman September ditutup naik 1,15 persen ke level US$ 78,18 per barel.
Minyak mentah Brent sebagai patokan internasional juga menguat 1,29 persen menjadi US$ 83,55 per barel.


