IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Dua Tentara AS Tewas Akibat Serangan Rudal, Trump Lancarkan Balasan

Presiden Donald Trump memberikan pernyataan terkait serangan balasan militer AS terhadap Iran.
Presiden Donald Trump memerintahkan serangan balasan setelah dua tentara AS tewas akibat serangan rudal di Yordania.

Jakarta, Gonesia.com – Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencapai titik didih setelah serangan rudal balistik dan drone yang menewaskan dua personel militer AS di Yordania pada Jumat (17/7).

Insiden fatal tersebut memicu respons cepat dari Washington melalui serangkaian serangan udara balasan yang diperintahkan langsung oleh Presiden Donald Trump ke wilayah Iran.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau US Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa selain dua korban jiwa, terdapat satu anggota militer yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

“Dua anggota layanan AS di Yordania tewas dalam aksi ketika Komando Pusat AS (Centcom) dan pasukan mitra membela diri terhadap serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak Iran. Selain itu, satu anggota layanan saat ini hilang,” demikian pernyataan resmi CENTCOM.

Pihak otoritas militer menyatakan bahwa identitas para korban belum dapat dipublikasikan demi menjaga privasi keluarga sebelum pemberitahuan resmi dilakukan.

Tanggapan BPS Terkait Perbedaan Data Garis Kemiskinan Bank Dunia

Sebanyak empat personel militer lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit di Yordania akibat insiden tersebut meskipun kini telah dinyatakan pulih dan kembali bertugas.

Kematian dua prajurit ini menambah daftar panjang korban jiwa Amerika dalam konflik berkepanjangan dengan Iran yang kini mencapai total 16 orang.

Operasi udara yang dilancarkan Amerika Serikat pasca-serangan di Yordania merupakan aksi militer kedelapan yang dilakukan secara beruntun oleh Washington.

Tujuan utama dari gempuran tersebut adalah melemahkan kapasitas Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz sekaligus memberikan sanksi bagi Garda Revolusi Iran (IRGC).

“Serangan ini dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz serta menghukum pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) yang melancarkan serangan terhadap personel militer Amerika di Yordania,” lanjutnya.

Peran Eks Menteri Era SBY di Balik Terpilihnya Gus Kikin Jadi Ketua PBNU

Ketegangan ini mempertegas runtuhnya gencatan senjata yang sempat disepakati pada Juni lalu dan secara resmi dinyatakan berakhir oleh Presiden Trump pada 8 Juli.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengecam keras tindakan militer AS dan menuduh Washington sengaja memicu eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Ia menegaskan bahwa langkah militer Amerika membuktikan ketidakpercayaan terhadap komitmen diplomatik yang pernah dibangun sebelumnya.

“Pelanggaran berulang Amerika telah memperlihatkan satu kenyataan mendasar bahwa tanda tangan presiden AS sama sekali tidak memiliki kredibilitas,” ujarnya dengan nada tegas.

Khamenei juga mengeluarkan ancaman balasan dengan menyatakan bahwa Iran telah mempersiapkan sebuah pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan oleh Amerika Serikat.

RSUP Kariadi Bantah Isu Bullying Terkait Meninggalnya Mahasiswi PPDS Undip

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui laporan BBC mengklaim telah berhasil menghancurkan dua pesawat tempur AS di Pangkalan Udara Al-Azraq, Yordania, pada Sabtu dini hari.

Hingga saat ini, pihak CENTCOM belum memberikan komentar resmi untuk mengonfirmasi atau membantah klaim mengenai kehancuran pesawat tempur tersebut.

Di sisi lain, militer Yordania melaporkan keberhasilan mereka dalam mencegat 10 rudal Iran yang sempat memasuki wilayah udara negara tersebut tanpa menimbulkan korban jiwa atau kerusakan material.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

04

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru