Jakarta, Gonesia.com – Tim nasional Portugal memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 dalam laga yang berlangsung sengit.
Kemenangan dramatis ini sekaligus menjadi penghormatan emosional bagi mendiang Diogo Jota, mantan penyerang andalan Selecao das Quinas yang wafat akibat kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli 2025 lalu.
Kapten tim, Cristiano Ronaldo, menegaskan bahwa keberhasilan timnya melaju ke fase berikutnya didedikasikan sepenuhnya untuk mendiang rekannya tersebut.
“Kami menang untuk kami, Diogo (Jota) dan Portugal!!! Ayo maju!!!” tulis Cristiano Ronaldo melalui akun media sosial pribadinya sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, sebagaimana dipantau di Jakarta.
Dukungan publik terhadap sosok mendiang Jota terlihat jelas sebelum laga dimulai di BMO Field, Toronto.
Pihak penyelenggara menampilkan potret sang pemain di layar besar stadion tepat saat lagu kebangsaan Portugal dikumandangkan.
Pelatih timnas Portugal, Roberto Martinez, menyatakan bahwa kehilangan Jota merupakan duka mendalam bagi seluruh elemen tim.
“Daftar akhir mencakup 27 nama ditambah satu,” ujar Roberto Martinez dalam keterangan resmi skuad timnas pada Mei lalu.
Sang juru taktik menegaskan bahwa Jota akan tetap menjadi bagian dari jiwa tim dalam setiap langkah mereka di turnamen ini.
“Semangat, kekuatan, dan teladan Diogo Jota, sang ‘plus one’. Dia akan menjadi ‘plus one’ selamanya,” tambah Roberto Martinez.
Dalam jalannya pertandingan, Portugal sempat tertinggal sebelum akhirnya bangkit melalui eksekusi penalti Ronaldo pada menit ke-68.
Gol tersebut sekaligus menobatkan Ronaldo sebagai pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur Piala Dunia, menggeser rekor sebelumnya milik rekannya sendiri, Pepe.
Kemenangan Portugal akhirnya dikunci oleh gol krusial Goncalo Ramos pada masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+4.
Raihan positif ini membawa Portugal menatap babak 16 besar dengan penuh percaya diri.
Mereka dijadwalkan akan melakoni laga besar melawan Spanyol pada Selasa (7/7) mendatang.
Pertandingan melawan Spanyol diprediksi akan menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Roberto Martinez.
Laga ini bahkan sudah disebut-sebut sebagai final kepagian mengingat kualitas kedua tim yang bertabur bintang kelas dunia.
Jota sendiri semasa hidupnya merupakan pilar penting di lini depan Portugal dengan torehan 14 gol dari 49 penampilan internasional.
Kepergiannya di usia 28 tahun meninggalkan luka mendalam, namun kini menjadi motivasi ekstra bagi Ronaldo dan kawan-kawan untuk memperjuangkan impian yang belum sempat diselesaikan oleh mendiang.
Seluruh pemain tampak berkomitmen membawa semangat Jota hingga ke babak-babak akhir turnamen empat tahunan ini.

