News

Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, Simak Penjelasan BMKG

Ternate, Gonesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada pukul 09.31 WIB atau 11.31 WITA tidak memicu ancaman tsunami.

Pusat guncangan berada di titik koordinat 1,93 Lintang Utara dan 127,39 Bujur Timur.

Lokasi episenter terdeteksi berada sekitar 58 kilometer arah barat daya dari Pulau Doi, Maluku Utara.

Titik tersebut juga berjarak kurang lebih 291 kilometer dari wilayah Kolongan Akembawi, Sulawesi Utara.

Analisis seismik menunjukkan pusat gempa berada pada kedalaman 100 kilometer di bawah permukaan laut.

Polisi Tangkap 12 Tersangka Penyelundupan 3,37 Ton Ganja di Gresik

Kondisi kedalaman tersebut mengategorikan peristiwa ini sebagai gempa bumi berkedalaman menengah.

Umumnya, gempa dengan kedalaman menengah memiliki daya rusak yang lebih redam dibandingkan gempa dangkal.

Masyarakat sempat merasakan guncangan cukup kuat saat peristiwa terjadi.

Kekhawatiran sempat muncul di kalangan warga terkait potensi gelombang pasang akibat besaran magnitudo yang tercatat.

Namun, pihak otoritas bergerak cepat melakukan pemodelan matematis untuk meredam kecemasan publik.

ICW Laporkan Dugaan Rangkap Jabatan Pimpinan BGN ke Ombudsman

Berdasarkan hasil analisis tersebut, BMKG secara resmi menyatakan tidak ada potensi tsunami yang menyertai gempa ini.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan infrastruktur di area terdampak.

Laporan mengenai adanya korban jiwa maupun luka-luka juga belum diterima oleh pihak berwenang.

Situasi di wilayah terdampak terpantau masih kondusif pasca-kejadian.

Meskipun kondisi dinyatakan aman, masyarakat tetap diminta untuk tidak lengah.

PDIP Minta Kepala BGN Ungkap Data Kader Terlibat Proyek MBG

Warga diimbau untuk menjaga ketenangan dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Penyebaran informasi hoaks kerap terjadi pasca-peristiwa bencana alam.

Oleh karena itu, publik diminta hanya merujuk pada kanal komunikasi resmi milik BMKG untuk mendapatkan data yang valid.

BMKG menegaskan bahwa pemantauan situasi akan terus dilakukan secara intensif.

Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan, meskipun frekuensinya cenderung rendah pada jenis gempa menengah.

Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat juga terus diperkuat untuk memastikan mitigasi bencana berjalan dengan baik.

Sampai berita ini diturunkan, tidak ada instruksi evakuasi atau peringatan darurat lanjutan dari otoritas terkait.

Warga di sekitar Maluku Utara dan Sulawesi Utara diminta untuk melanjutkan aktivitas dengan tetap memperhatikan prosedur keselamatan standar.

Pemerintah daerah diharapkan terus memperbarui informasi bagi warga setempat melalui jalur komunikasi resmi.

Komentar