Jakarta – Timnas Indonesia dipastikan akan mendapatkan tambahan amunisi baru menjelang bergulirnya ajang ASEAN Championship 2026. Dua pemain keturunan, Luke Vickery dan Mitchell Baker, saat ini tengah berada di tahap akhir proses naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Kehadiran keduanya diharapkan mampu meningkatkan daya gedor Skuad Garuda di kancah sepak bola Asia Tenggara.
Proses perpindahan kewarganegaraan kedua pemain tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Saat ini, pihak federasi tinggal merampungkan administrasi akhir sebelum keduanya dijadwalkan mengucapkan sumpah setia sebagai WNI. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyatakan optimistis proses hukum ini akan selesai tepat waktu sehingga Vickery dan Baker dapat segera didaftarkan ke dalam skuad resmi.
“Harapannya dengan kedua pemain ini sudah sah menjadi warga negara kita, bisa kita pakai untuk memperkuat tim di event-event mulai dari AFF,” ujar Sumardji.
Luke Vickery, pemain yang berposisi sebagai sayap kanan, saat ini tercatat memperkuat klub A-League Men, Macarthur FC. Pemain kelahiran Amerika Serikat ini memiliki darah Indonesia yang mengalir dari neneknya yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Sepanjang musim lalu, Vickery menunjukkan performa konsisten dengan mencatatkan 24 penampilan dan menyumbang empat gol bagi klubnya.
Di sisi lain, Mitchell Baker merupakan penyerang yang berkarier di liga utama Amerika Serikat, MLS, bersama Colorado Rapids. Pemain yang lahir di Melbourne, Australia, ini memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu yang merupakan warga asal Semarang dan Yogyakarta. Kehadiran Baker diproyeksikan untuk memperkuat lini depan Timnas Indonesia yang membutuhkan variasi serangan baru.
Sumardji mengungkapkan bahwa masuknya kedua pemain ini ke dalam rencana Timnas Indonesia bukan merupakan keputusan sepihak dari PSSI. Inisiatif tersebut murni datang dari rekomendasi pelatih kepala, John Herdman, yang telah melakukan pemantauan intensif. Herdman bahkan terjun langsung melakukan pencarian bakat atau scouting terhadap kedua pemain tersebut sebelum mengajukan nama mereka kepada federasi.
“Jadi kedua pemain ini memang betul-betul yang diharapkan, yang diminta oleh John. Karena John-lah yang melakukan talent scouting sendiri terhadap kedua pemain ini,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC tersebut.
Sebagai langkah persiapan matang menuju ASEAN Championship 2026, jajaran pelatih telah menyusun agenda pemusatan latihan (TC). Skuad Garuda dijadwalkan akan mengasah taktik dan fisik melalui pemusatan latihan yang akan dipusatkan di Bali. Program latihan intensif tersebut rencananya akan dimulai pada akhir Juni dan berlangsung hingga 26 Agustus mendatang, guna memastikan seluruh pemain, termasuk wajah baru, memiliki kesiapan fisik dan strategi yang prima sebelum turnamen dimulai.

