Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menuding ada pengaruh politik Jokowi yang masih bekerja di tubuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bahkan disebut masuk lewat penempatan sejumlah orang di kursi menteri.
Gatot menyebut kondisi itu sebagai bentuk “sabotase struktural” dari orang-orang yang ia kaitkan dengan Jokowi. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat ditemui di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin 22 Juni 2026.
Menurut Gatot, aksi unjuk rasa mahasiswa belakangan ini memuat sederet tuntutan koreksi kebijakan yang dinilai bermasalah. Salah satu sorotan yang ia sebut ialah persoalan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB untuk tambang batu bara.
“Karena RKAB (batu bara) itu terakhir 2025. Tidak lahir-lahir itu (setelahnya di tahun 2026),” ujarnya.
Ia juga menyorot lambannya penerbitan RKAB 2026 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Menurut dia, keterlambatan itu berdampak pada pasokan batu bara untuk PLN hingga memicu defisit yang berujung pada pemadaman listrik besar-besaran di Sumatra.
“Saya sudah ngomong tiga bulan yang lalu, nanti akan terjadi gelap (blackout). Gelapnya karena apa? Tidak ada batu bara,” kata Gatot.

