IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

IPO EMMI Targetkan Dana Rp269 Miliar dan Siap Bagikan Dividen 30%

Jakarta – PT Esa Medika (EMMI) resmi mengambil langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnis melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan alat laboratorium, alat farmasi, dan teknologi medis ini menargetkan perolehan dana segar hingga Rp 269,27 miliar melalui pelepasan saham kepada publik.

Dalam aksi korporasi ini, EMMI menawarkan sebanyak 522,85 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per lembar. Rentang harga yang dipatok untuk penawaran ini berada di kisaran Rp 446 hingga Rp 515 per saham. Jumlah saham yang dilepas tersebut mewakili maksimal 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Untuk memuluskan proses ini, perusahaan telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Penggunaan dana hasil IPO telah dirancang secara spesifik untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi keuangan perseroan. Sebagian besar dana, yakni sekitar 68,7%, akan dialokasikan sebagai modal kerja guna memenuhi kebutuhan pembelian barang proyek, bahan baku, serta persediaan. Sementara itu, sebesar 11,8% akan digunakan sebagai belanja modal untuk pembangunan fasilitas pabrik baru di Cikupa. Selain itu, perusahaan juga berencana melunasi sebagian pinjaman modal kerja kepada PT Bank Ina Perdana sebesar Rp 44,87 miliar dari total plafon Rp 90 miliar.

Sebagai pemain di sektor alat kesehatan kritikal, seperti peralatan untuk ruang operasi dan unit perawatan intensif (ICU), EMMI menyatakan komitmennya untuk memberikan nilai tambah bagi investor. Manajemen perseroan menegaskan rencana pembagian dividen tunai kepada pemegang saham mulai tahun buku 2027. “Kami merencanakan pembagian dividen dengan nilai maksimal 30% dari laba bersih,” ungkap pihak manajemen dalam prospektus perusahaan. Namun, keputusan final mengenai pembagian dividen tetap akan mengacu pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan mempertimbangkan arus kas dan kebutuhan investasi ke depan.

Transformasi struktur kepemilikan menjadi konsekuensi dari aksi IPO ini. Sebelum melantai di bursa, kendali perusahaan dipegang oleh lima pemegang saham utama, dengan Surya Gunawan Widjaja sebagai pemegang saham terbesar sebesar 30%. Setelah IPO, porsi kepemilikan saham pendiri akan mengalami dilusi. Kepemilikan Surya Gunawan Widjaja akan menjadi 21%, sedangkan masyarakat umum akan menguasai 27% saham, dan 3% lainnya dialokasikan untuk program Employee Stock Allocation (ESA).

Pemerintah Lelang 308 Ribu Ton Beras Bulog untuk Bahan Baku Tepung

Selain memperkuat posisi di pasar domestik melalui jaringan satu kantor pusat, dua fasilitas produksi, dan empat kantor perwakilan, EMMI juga membidik peluang bisnis baru. Perseroan berencana merambah segmen alat kesehatan habis pakai (consumables), termasuk rencana produksi benang bedah melalui skema kerja sama strategis atau joint venture dengan mitra global. Proses penawaran awal saham perusahaan dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 24 Juni 2026, dengan target pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

04

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

07

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

08

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

Berita Terbaru