Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Baznas Bazis DKI Jakarta meluncurkan program sirkumsisi massal gratis bagi keluarga prasejahtera. Inisiatif sosial ini menyasar 2.000 anak usia sekolah di seluruh wilayah ibu kota selama periode libur panjang pada Juni hingga Juli 2026. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan reproduksi yang higienis serta meringankan beban ekonomi keluarga dalam mengakses tindakan medis.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari perlindungan kesejahteraan sosial bagi warga kurang mampu. “Kami menyadari bahwa biaya khitan di klinik swasta kini cukup membebani masyarakat kelas bawah. Dengan sinergi bersama Baznas Bazis, kami hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak kesehatan dasar tanpa harus terhalang kendala finansial,” ujarnya.
Distribusi kuota peserta telah ditetapkan secara proporsional di lima wilayah kota administrasi untuk menjamin pemerataan akses. Jakarta Barat mendapatkan alokasi terbesar sebanyak 450 kuota, disusul Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dengan 400 kuota, Jakarta Selatan dengan 400 kuota, Jakarta Timur sebanyak 400 kuota, serta Jakarta Pusat dengan 350 kuota. Pembagian titik lokasi ini bertujuan mempermudah mobilitas orang tua dan anak menuju fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk oleh pemerintah daerah.
Untuk menjaga akuntabilitas dan ketepatan sasaran, calon peserta wajib memenuhi kriteria administratif yang ketat. Orang tua diwajibkan melampirkan salinan Kartu Keluarga (KK), KTP orang tua, serta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan setempat atau bukti kepesertaan aktif program bantuan sosial. Selain itu, setiap pendaftar harus menandatangani surat persetujuan tindakan medis (informed consent) di atas materai sebagai bentuk legalitas prosedur.
Prosedur pendaftaran dilakukan secara bertahap melalui puskesmas kecamatan dan kantor kelurahan domisili peserta. Masyarakat dapat mendatangi lokasi tersebut untuk mengisi formulir dan menyerahkan dokumen persyaratan kepada petugas verifikasi. Setelah melalui proses seleksi berkas, calon peserta yang dinyatakan lolos akan menerima kartu tanda peserta beserta jadwal tindakan medis yang telah ditentukan.
Pihak penyelenggara menjamin kualitas layanan dengan menerjunkan tenaga medis profesional menggunakan metode sirkumsisi modern yang minim rasa sakit. Selain tindakan pembedahan, setiap peserta akan mendapatkan paket obat-obatan pasca-operasi, bingkisan berupa perlengkapan ibadah, serta santunan pendidikan. Panitia juga menyediakan layanan kontrol kesehatan gratis di puskesmas bagi seluruh peserta untuk memantau proses penyembuhan luka hingga tuntas.
Rangkaian kegiatan ini dijadwalkan berlangsung sepanjang libur sekolah, dimulai dari tahap sosialisasi dan pendaftaran pada 20 hingga 30 Juni 2026. Proses verifikasi data akan dilaksanakan pada 1 hingga 5 Juli 2026. Sementara itu, pelaksanaan tindakan medis dibagi ke dalam dua gelombang, yakni 8 hingga 10 Juli untuk wilayah Jakarta Pusat, Utara, dan Barat, serta 12 hingga 15 Juli untuk wilayah Jakarta Selatan dan Timur. Seluruh proses pemulihan dipantau hingga 22 Juli 2026 untuk memastikan keselamatan dan kesehatan anak pasca-tindakan.

