BANDUNG – Transformasi permainan Beckham Putra Nugraha menjadi sorotan utama dalam serial dokumenter Untold Story yang dirilis Persib Bandung. Gelandang berusia 24 tahun tersebut dinilai telah mencapai kematangan performa yang signifikan, terutama dalam aspek pengambilan keputusan di lapangan hijau.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui bahwa Beckham sempat melalui masa-masa sulit akibat gaya bermainnya yang terlalu individualistis. Dalam pandangan Hodak, pemain jebolan akademi Persib tersebut dulunya sering terjebak dalam aksi-aksi yang ia sebut sebagai gaya bermain sirkus.
Namun, seiring berjalannya waktu, Beckham menunjukkan perubahan besar. Ia kini dinilai lebih bijak dalam mengambil keputusan, sehingga kontribusinya bagi tim menjadi jauh lebih efektif dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Staf pelatih fisik Persib, Miro Petric, menambahkan bahwa perkembangan Beckham tidak berfokus pada perubahan postur tubuh. Menurut Petric, setiap pemain memiliki karakteristik unik yang harus dioptimalkan dengan cara yang berbeda.
Petric menegaskan, Beckham bukanlah tipe pemain yang akan berubah menjadi sosok dominan secara fisik meski diberikan program latihan kekuatan intensif. Keunggulan utama pemain tersebut justru terletak pada aspek teknik, kreativitas, visi bermain, serta kemampuannya dalam membaca arah pertandingan.
Analisis ini sekaligus membuktikan bahwa kesuksesan seorang pesepak bola profesional tidak selalu bergantung pada massa otot atau kekuatan fisik semata. Pemahaman taktis dan optimalisasi kelebihan individu sering kali menjadi faktor penentu yang lebih krusial dalam kompetisi level atas.
Dukungan lingkungan internal dan kepercayaan penuh dari tim pelatih dinilai sebagai faktor kunci yang memuluskan proses evolusi performa Beckham saat ini. Konsistensi pemain tersebut dalam beberapa musim terakhir menjadikannya salah satu pilar penting di skuad Persib.
Selain mengulas perkembangan individu pemain, serial tersebut juga mengungkap alasan dibalik keputusan Stefano Beltrame meninggalkan tim. Meskipun manajemen dan tim pelatih sempat mencapai kesepakatan untuk perpanjangan kontrak, gelandang asal Italia itu memilih untuk tidak melanjutkan kariernya di Bandung.
Bojan Hodak menjelaskan, keputusan tersebut murni didasari oleh pertimbangan keluarga. Beltrame memilih untuk berada lebih dekat dengan kampung halamannya.
Di sisi lain, Persib sempat mempertimbangkan perekrutan pemain baru menyusul badai cedera yang menimpa beberapa pemain selama masa pramusim. Namun, mengingat tantangan jadwal yang padat di dua kompetisi berbeda, Hodak akhirnya memutuskan untuk memaksimalkan materi pemain yang sudah ada.
Strategi tersebut didasarkan pada pemahaman mendalam sang pelatih terhadap karakter dan kemampuan para pemain yang telah berada dalam skuad. Langkah ini dianggap sebagai solusi paling rasional untuk menjaga stabilitas tim di tengah situasi yang menantang.
Menariknya, Bojan juga mengungkapkan pernah menawarkan peran player coach kepada tiga pemain senior, yaitu Victor Igbonefo, Achmad Jufriyanto, dan Ciro Alves. Dari ketiga nama tersebut, hanya Jufriyanto yang menerima tanggung jawab tersebut.
Bojan menegaskan bahwa meskipun hanya satu yang menerima peran resmi, ketiganya tetap memberikan kontribusi vital bagi tim. Mereka dinilai mampu memberikan masukan berharga kepada staf pelatih dengan membawa sudut pandang pemain di lapangan.
Secara keseluruhan, episode Untold Story ini memberikan gambaran bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya diukur dari kualitas teknis di atas lapangan. Faktor kepercayaan, kedewasaan, dan pembagian peran yang tepat menjadi pondasi utama dalam membangun skuad yang sukses.

