SAMARINDA – Borneo FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pemain sayap andalannya, Mariano Peralta, menjelang bergulirnya musim kompetisi Super League mendatang. Keputusan ini menandai berakhirnya masa bakti pemain asal Argentina tersebut setelah dua musim membela panji Pesut Etam.
Kabar perpisahan tersebut disampaikan secara resmi melalui akun Instagram klub pada 10 Juni 2026. Manajemen klub menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi serta kontribusi signifikan yang telah diberikan Peralta selama dua tahun berseragam Borneo FC di Samarinda.
“Terima kasih atas dedikasi yang sudah diberikan untuk klub kebanggaan Samarinda dan Kalimantan Timur. Setiap perjumpaan pada akhirnya akan ada perpisahan,” tulis pernyataan resmi klub dalam unggahan tersebut.
Mariano Peralta turut memberikan respons melalui kolom komentar pada unggahan perpisahan tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada klub dan para pendukung atas dukungan yang diberikan selama masa kontraknya.
“Dua tahun yang luar biasa, terima kasih untuk segalanya. Selalu di dalam hatiku,” tulis Peralta menanggapi salam perpisahan dari pihak klub.
Kepergian Peralta dari Samarinda sekaligus mengonfirmasi rumor kepindahannya ke Persija Jakarta yang sempat santer diperbincangkan. Kabar ini disambut antusias oleh para pendukung Persija, The Jakmania, mengingat kualitas individu yang dimiliki sang pemain.
Kepastian bergabungnya Peralta ke tim ibu kota sebelumnya telah dikonfirmasi oleh pihak internal Persija. Dalam konferensi pers peresmian Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala baru pada Senin (8/6), penerjemah tim, Jeje, menyatakan bahwa Peralta merupakan rekrutan pertama di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan tersebut.
“Untuk Peralta sudah dikontrak, dan Shin Tae-yong senang menyambut sang pemain,” ujar Jeje dalam sesi konferensi pers tersebut.
Kepindahan Peralta ke Persija Jakarta dianggap sebagai langkah strategis bagi Macan Kemayoran. Pasalnya, pemain tersebut merupakan komoditi panas di bursa transfer Super League setelah mencatatkan performa impresif sepanjang musim 2025/2026.
Selama memperkuat Borneo FC, Peralta menjadi motor serangan yang mematikan di lini depan. Ia tercatat sukses membukukan 20 gol serta 14 asis dalam satu musim kompetisi.
Kontribusi statistik tersebut membawa dampak besar bagi posisi Borneo FC di klasemen akhir. Pesut Etam berhasil mengakhiri kompetisi sebagai runner-up dan mengamankan tiket menuju kompetisi Asia musim depan.
Atas performa gemilangnya sepanjang musim, Peralta juga dianugerahi gelar sebagai pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP) Super League 2025/2026. Kini, publik sepak bola nasional menantikan kiprah pemain tersebut dalam balutan seragam Persija Jakarta pada musim mendatang.
Transisi ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan di lini serang Persija Jakarta. Dengan kehadiran Shin Tae-yong sebagai juru taktik, kombinasi antara strategi pelatih baru dan ketajaman Peralta diharapkan mampu membawa dampak signifikan bagi performa tim ibu kota di kompetisi domestik maupun level lainnya.

