Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Rasuna Said, Kuningan, yang diproyeksikan menjadi ruang publik sehat baru bagi warga ibu kota. Selain memperluas lokasi olahraga, kebijakan ini juga diarahkan untuk menekan emisi dan mengurangi polusi udara di kawasan perkotaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, respons masyarakat terhadap pembukaan HBKB Rasuna Said sangat positif. Ia menilai Kuningan memiliki modal kuat untuk tumbuh sebagai pusat aktivitas warga karena terkoneksi dengan transportasi publik, memiliki lingkungan yang relatif nyaman, dan berada di kawasan strategis.
“Hari ini Pemprov DKI Jakarta secara resmi memulai kegiatan Car Free Day di Jalan Rasuna Said atau Kuningan. Sebagian besar, hampir 95 hingga 96 persen masyarakat yang saya temui mengharapkan Car Free Day ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan,” kata Pramono seusai berjalan kaki bersama warga.
Menurut dia, kehadiran HBKB Rasuna Said memberi alternatif bagi warga yang selama ini beraktivitas di kawasan Sudirman-Thamrin. Area tersebut, lanjutnya, tidak hanya cocok untuk berjalan kaki, berlari, dan bersepeda, tetapi juga bisa menjadi ruang interaksi sosial yang lebih luas dan nyaman.
Pramono bahkan menyebut Kuningan berpeluang menjadi ikon baru Car Free Day di Jakarta. Ia menilai panorama kawasan, kualitas udara, serta kemudahan akses akan membuat lokasi itu diminati masyarakat untuk berolahraga sekaligus bersilaturahmi.
“Saya melihat potensi yang ada di Kuningan ini. Dilihat dari pemandangannya, udaranya, dan aksesnya, saya yakin ini akan menjadi landmark baru Car Free Day di Jakarta. Tempat ini akan menjadi pilihan masyarakat untuk berolahraga, bersilaturahmi, dan menikmati ruang publik yang lebih nyaman,” ujarnya.
Pelaksanaan HBKB Rasuna Said digelar pada pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemprov DKI menyiapkan pengalihan arus lalu lintas lewat 10 rute alternatif.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan empat area parkir off street dengan daya tampung 1.914 mobil dan 1.910 sepeda motor. Akses transportasi umum pun diperkuat melalui tujuh rute Transjakarta Jabodebek serta dua rute LRT.
Khusus menuju Kedutaan Besar Arab Saudi, Pemprov DKI menerapkan kanalisasi satu lajur dari Jalan Karet Raya hingga pintu masuk kedutaan. Kendaraan yang melintas dari dan menuju lokasi tersebut diarahkan menggunakan kendaraan listrik atau kendaraan ramah lingkungan.

