SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengakselerasi pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna mencapai target operasional penuh. Saat ini, sebanyak 6.271 unit KDKMP telah beroperasi, namun baru 2.769 unit yang memiliki gedung sendiri.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramianto, menjelaskan bahwa KDKMP yang belum memiliki gedung sementara ini menempati fasilitas yang disediakan oleh pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten/kota setempat.
Menurut Eddy, kendala utama dalam pembangunan infrastruktur tersebut adalah keterbatasan lahan, khususnya di kawasan perkotaan yang padat penduduk.
“Hambatan pembangunan gedung KDKMP di Jawa Tengah adalah sulitnya mendapatkan lahan seluas 1.000 meter persegi sesuai persyaratan dalam Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025,” ujar Eddy, Ahad (24/5/2026).
Meski menghadapi tantangan lahan, proses pembangunan terus dikebut. Pemerintah menargetkan sebanyak 6.262 gedung KDKMP dapat berdiri pada Agustus 2026.
Saat ini, sebanyak 5.940 unit gedung sedang dalam tahap konstruksi, dengan 2.769 di antaranya telah rampung 100 persen. Secara keseluruhan, Jawa Tengah menargetkan pembangunan total 8.523 unit KDKMP di seluruh wilayahnya.
Selain pemenuhan sarana fisik, pemerintah juga tengah menyiapkan sumber daya manusia melalui perekrutan manajer KDKMP. Proses seleksi dilakukan secara nasional dan serentak di seluruh Indonesia melalui panitia seleksi nasional.
Eddy menegaskan bahwa dinas koperasi baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tidak memiliki wewenang khusus dalam proses perekrutan tersebut, karena seluruh mekanisme seleksi dikelola oleh pemerintah pusat.

