JAKARTA – PT Medco E&P Indonesia melakukan percepatan target produksi perdana pada Blok Sakakemang, dari yang semula dijadwalkan pada kuartal I 2028 menjadi kuartal III 2027.
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan operasional perusahaan di wilayah Sumatera Selatan. Senior VP Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi, menyatakan bahwa status pengembangan Blok Sakakemang kini diarahkan agar siap berproduksi (*on stream*) lebih awal.
Strategi percepatan tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan fasilitas produksi yang sudah ada dengan infrastruktur di Blok Corridor dan Gresik. Melalui cara ini, perusahaan tidak perlu membangun fasilitas baru, sehingga proses pengerjaan menjadi lebih efisien secara waktu dan biaya.
Blok Sakakemang merupakan aset strategis yang diakuisisi MedcoEnergi dari Repsol pada 2025. Dalam akuisisi tersebut, MedcoEnergi menguasai 45 persen hak partisipasi sekaligus bertindak sebagai operator.
Proyek ini telah mengantongi persetujuan Rencana Pengembangan (*Plan of Development*) dari pemerintah. Letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan Blok Corridor memberikan keunggulan operasional bagi perusahaan.
Keberhasilan ini memperkokoh dominasi MedcoEnergi di Sumatera Selatan. Saat ini, perusahaan mengelola empat blok migas di wilayah tersebut, yakni Blok Corridor, Blok Sakakemang, Blok Rimau, dan Blok South Sumatra. Selain itu, perusahaan juga tengah menanti persetujuan akuisisi 80 persen hak partisipasi untuk menjadi operator di Blok South Sakakemang.
Penguatan posisi di Sumatera Selatan menjadi salah satu capaian utama MedcoEnergi sepanjang 2025.
Di sisi lain, kinerja operasional perusahaan menunjukkan tren positif. Pada kuartal I 2026, MedcoEnergi mencatatkan produksi migas sebesar 170 mboepd, atau meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian ini diklaim mampu memperkuat ketahanan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya permintaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

