IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
News

Ledakan Bom dan Baku Tembak di Pakistan Tewaskan 14 Polisi

BANNU – Sebanyak 14 anggota kepolisian Pakistan tewas dalam serangan bom mobil mematikan di sebuah pos pemeriksaan di wilayah barat laut Pakistan pada Sabtu (9/5). Serangan tersebut diikuti dengan aksi penyergapan terhadap tim bantuan yang berupaya menuju lokasi kejadian.

Pejabat kepolisian setempat, Sajjad Khan, mengonfirmasi penemuan 14 jenazah di bawah reruntuhan pos yang hancur total akibat ledakan. Sementara itu, tiga polisi lainnya berhasil selamat dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Seorang petugas kepolisian mengungkapkan bahwa kelompok militan memulai serangan dengan menabrakkan mobil berisi bahan peledak ke arah pos penjagaan. Setelah ledakan terjadi, para pelaku memasuki lokasi dan memberondong petugas yang selamat dengan tembakan.

“Personel bantuan yang dikerahkan ke lokasi justru disergap oleh teroris, yang kemudian menimbulkan korban jiwa tambahan,” ujar petugas tersebut.

Sumber kepolisian menambahkan bahwa dalam aksi brutal ini, kelompok militan diduga turut menggunakan drone untuk melancarkan serangan. Seusai kejadian, otoritas setempat segera menetapkan status darurat di seluruh rumah sakit pemerintah di Bannu.

Tanggapan BPS Terkait Perbedaan Data Garis Kemiskinan Bank Dunia

Aliansi militan yang menamakan diri Ittehad-ul-Mujahideen telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kondisi di lokasi kejadian menunjukkan kerusakan parah, di mana bangunan pos rata dengan tanah serta puing-puing bangunan dan kendaraan yang hancur berserakan.

Serangan ini dikhawatirkan memicu kembali eskalasi ketegangan di sepanjang perbatasan Pakistan dan Afghanistan. Konflik antara kedua pihak telah berlangsung sengit dalam beberapa tahun terakhir, meski sempat mereda tanpa adanya kesepakatan gencatan senjata resmi.

Pemerintah Pakistan melalui Islamabad menuding Kabul memberikan perlindungan bagi militan yang menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis untuk melancarkan serangan. Namun, pihak Taliban membantah keras tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa aksi militansi di Pakistan merupakan persoalan internal negara tersebut.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

03

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

04

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

05

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

06

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

07

HUT ke-81 RI, Paspampres kerahkan 1.147 personel dan alusista amankan VVIP

08

Kementerian Lingkungan Hidup Menanti Hasil Lab Cisadane, Pastikan Kualitas Air

Berita Terbaru