Jakarta – GoTo menegaskan pembelian saham yang terjadi melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya berada di bawah 1 persen dari total saham yang telah diterbitkan perseroan. Informasi itu disampaikan Sekretaris Perusahaan GoTo, R A Koesoemohadiani, yang menyebut transaksi tersebut tidak mengubah komposisi kepemilikan secara signifikan.
“Jumlah kurang dari 1 persen dari saham yang diterbitkan oleh Perseroan,” ujar Koesoemohadiani, dikutip Rabu 6 Mei 2026.
Menurut dia, masuknya investor baru, termasuk dari pemerintah, dipandang sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan bisnis GOTO. Kehadiran investor tersebut, kata dia, menunjukkan masih kuatnya kepercayaan terhadap emiten teknologi itu.
“Ini sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang,” katanya.
GoTo menilai perkembangan itu turut memperkuat komitmen perusahaan untuk menjalankan operasional secara profesional, sekaligus menjaga penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Di sisi lain, Koesoemohadiani menegaskan perusahaan tetap mengikuti seluruh ketentuan pelaporan kepemilikan saham yang berlaku. Ia menyebut GoTo juga sudah menyampaikan laporan kepemilikan saham pada kisaran 1 persen sampai 5 persen kepada BEI sejak Maret 2026.
Meski demikian, ia menjelaskan data tersebut bersifat terbatas sesuai aturan bursa. “Namun demikian, sesuai dengan ketentuan yang diterapkan oleh BEI, informasi tersebut merupakan informasi yang bersifat privat dan disampaikan secara terbatas kepada BEI,” ujarnya.

