Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan bahwa para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan menjalani program Persiapan Keberangkatan (PK) yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kebijakan ini diambil untuk memperkuat rasa nasionalisme para penerima beasiswa agar tidak terpengaruh hal negatif saat menempuh pendidikan di luar negeri.
“Disiplin itu kan latihan kecintaan ke negaranya. Jangan sampai nanti kayak waktu kemarin-kemarin. Pergi ke luar, abis itu hina-hina negara sendiri. Itu nanti yang utama,” ujar Sri Mulyani dalam sebuah kesempatan di Jakarta.
Langkah ini, menurut Sri Mulyani, merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi negara. Dengan menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini, diharapkan para penerima beasiswa memiliki keinginan kuat untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia setelah menyelesaikan studinya. Biaya tambahan untuk pembekalan ini dianggap kecil dibandingkan kerugian negara apabila penerima beasiswa tidak kembali atau bahkan merendahkan bangsa.
Meskipun demikian, Sri Mulyani tidak merinci nominal pasti yang digelontorkan untuk program pembekalan ini. Ia hanya menyebutkan bahwa biaya yang dikeluarkan tidak akan terlalu besar, terutama karena melibatkan kerja sama dengan TNI yang biasanya tidak memberlakukan tarif komersial.
Selain memperkuat nasionalisme, Sri Mulyani juga mendorong agar program LPDP lebih difokuskan pada bidang Sains, Teknologi, Rekayasa (Engineering), dan Matematika (STEM). Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan penguasaan teknologi di Indonesia agar tidak tertinggal dari negara lain. Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar penerima beasiswa LPDP saat ini mengambil jurusan di luar bidang STEM, yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan peningkatan teknologi nasional ke depan.


