Jakarta – Pramono menegaskan program ini perlu tetap berjalan, sebab ia berharap langkah ini bisa menekan angka rasio gini di ibu kota.
Sebelumnya, ia sempat mengumumkan bahwa angka ketimpangan ekonomi atau rasio gini di ibu kota mengalami penurunan dari 0,441 menjadi 0,423.
Pramono mengatakan penurunan angka tersebut merupakan pencapaian penting, sebab tantangan besar dalam mengurangi ketimpangan di Jakarta adalah banyak kelompok berpenghasilan tinggi.
"Semua orang kaya ada di Jakarta, uang beredar hampir semuanya di Jakarta. Itu yang membuat gini ratio kita cenderung lebih tinggi dibanding daerah lain," jelasnya.
Meski begitu, Pramono menegaskan pihaknya terus berkomitmen untuk menjaga bantalan sosial untuk mengurangi ketimpangan ekonomi.
Komentar

