Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset sebagai fondasi pengembangan teknologi nasional yang berdampak bagi masyarakat dan industri. Pengembangan teknologi difokuskan untuk memenuhi kebutuhan produk higienis dan fungsional, serta tuntutan efisiensi dan keandalan industri.
ORNM BRIN mengembangkan dua inovasi material strategis, yaitu tekstil antibakteri berbasis mikrokapsul minyak atsiri jeruk nipis (Citrus Aurantifolia) dan teknologi pelapis komposit nikel kromium (NiCr) untuk meningkatkan ketahanan erosi komponen boiler pembangkit listrik. Pengembangan ini mengintegrasikan aspek kesehatan, efisiensi industri, dan keberlanjutan.
Pengembangan tekstil antibakteri memanfaatkan minyak atsiri jeruk nipis yang ramah lingkungan dan efektif menghambat pertumbuhan bakteri. Teknologi mikrokapsul memungkinkan senyawa aktif dilepaskan terkendali, sehingga kinerja antibakteri pada tekstil bertahan lebih lama. Tekstil fungsional ini berpotensi untuk kebutuhan medis, olahraga, militer, dan produk tekstil khusus lainnya. Selain antibakteri, material ini dapat dikombinasikan dengan lapisan hidrofobik agar kedap air, serta perlindungan UV, tahan api, dan pengaturan suhu.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Tatang Wahyudi, menilai pengembangan tekstil antibakteri semakin diperhatikan seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap kesehatan. "Minyak atsiri jeruk nipis menjadi salah satu alternatif agen antibakteri yang efektif sekaligus berkelanjutan," ujarnya.
BRIN juga mengembangkan teknologi pelapis komposit NiCr dengan metode HVOF untuk meningkatkan ketahanan material komponen boiler pada pembangkit listrik tenaga uap. Teknologi ini dinilai strategis karena proyeksi kebutuhan listrik nasional terus meningkat hingga 2050, sementara batu bara masih menjadi sumber energi utama.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Erie Martides, menyampaikan bahwa pelapis berbasis NiCr dengan metode HVOF mampu memperpanjang umur pakai komponen boiler sekaligus meningkatkan efisiensi pembangkit listrik. Lapisan pelindung berketahanan erosi tinggi ini diharapkan dapat mengurangi biaya perawatan dan meningkatkan keandalan sistem pembangkit.
Kepala ORNM BRIN, Ratno Nuryadi, mengapresiasi berbagai inovasi ini. Ia menekankan pentingnya ORNAMAT sebagai wadah diseminasi riset dan ruang dialog ilmiah untuk mempertemukan gagasan, memperkaya perspektif, dan membuka peluang kolaborasi lintas disiplin serta lintas institusi, baik di dalam maupun di luar BRIN.


