Jakarta – Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) berharap diskon akhir tahun selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) dapat mendongkrak daya beli masyarakat, terutama dengan adanya program Belanja di Indonesia Aja (BINA) atau *Indonesia Great Sale*.
Program diskon, termasuk tarif transportasi dan berbagai penawaran khusus, diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung ke pusat perbelanjaan.
“Sehingga rojali (rombongan jarang beli) mendapat banyak stimulus, banyak barang juga kami diskon,” ujar Ketua Hippindo Budihardjo Iduansjah di Pondok Indah Mall 1 Jakarta, Jumat (26/12/2025). Rojali sendiri merupakan istilah untuk pengunjung mal yang hanya sekadar melihat-lihat.
Hippindo sangat berharap program BINA bisa menjadi agenda nasional tahunan. Potensi pendapatan pun diyakini akan meningkat seiring dengan bertambahnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Dalam dua pekan terakhir, penjualan di sektor ritel sudah menunjukkan peningkatan, meskipun Hippindo memperkirakan kenaikannya belum mencapai 10 persen. “Ada kenaikan, tapi belum sampai 10 persen. Puncaknya justru mulai kemarin, mulai tanggal 25 Desember ramai sekali,” jelasnya.
Hippindo menargetkan peningkatan penjualan ritel yang signifikan hingga 4 Januari 2026, dan berharap program serupa dapat terus diadakan.
“Adanya penindakan barang-barang ilegal juga sangat membantu kami,” imbuh Budihardjo.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menambahkan, program BINA dilaksanakan di 24 provinsi dan melibatkan lebih dari 400 gerai. Program ini juga sejalan dengan kebijakan *Work From Anywhere* (WFA) yang diterapkan pemerintah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan swasta.
Menurutnya, momentum ini dapat mendorong fleksibilitas bekerja di pusat perbelanjaan di berbagai kota, sehingga meningkatkan perputaran ekonomi. “Bila banyak masyarakat atau karyawan yang bekerja di mall itu bisa meningkatkan perputarannya,” kata Widiyanti.
Kementerian Pariwisata menargetkan transaksi sebesar Rp 30 triliun melalui program BINA, dengan partisipasi lebih dari 380 perusahaan, 80 ribu gerai, dan 800 merek. Program ini juga didukung oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang menaungi lebih dari 400 mal di 24 provinsi.
Target transaksi Rp 30 triliun tersebut mempertimbangkan rata-rata belanja wisatawan mancanegara sebesar US$ 1.391 per kunjungan atau sekitar Rp 22,07 juta (dengan kurs sekitar Rp 15.800) pada tahun 2024.


