IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Ekonomi

Tanggapan OJK Terkait Penurunan IHSG Sebesar 19,55 Persen di Awal Tahun

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sepanjang April 2026. IHSG tercatat anjlok 19,55 persen secara tahunan (year-on-year) dan terkoreksi 1,3 persen secara bulanan (month-to-month), ditutup di level 6.956,80 pada akhir April.

Meski demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, memastikan resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik tetap terjaga. Hal ini tercermin dari rata-rata rentang permintaan dan penjualan saham yang berada di angka 1,33 kali.

“Di tengah dinamika tersebut, terlihat resiliensi dan likuiditas di pasar modal domestik secara keseluruhan tetap terjaga dengan baik,” ujar Hasan dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan secara daring, Selasa, 5 Mei 2026.

Selain stabilitas pasar saham, OJK mencatat minat investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih positif dengan mencatatkan net buy sebesar Rp8,8 triliun per 29 April 2026.

Industri pengelolaan investasi juga menunjukkan performa stabil. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana tumbuh 2,32 persen secara bulanan (month-to-date) menjadi Rp711,89 triliun. Kinerja ini didorong oleh net subscription yang mencapai Rp8,11 triliun sepanjang April, sehingga total pertumbuhan year-to-date mencapai 5,41 persen.

DPLK Bank BJB Tingkatkan Literasi Perencanaan Dana Pensiun Masyarakat

Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada jumlah investor di pasar modal. Hingga April 2026, terdapat penambahan 1,74 juta investor, sehingga total jumlah investor domestik kini mencapai 26,49 juta atau melonjak 30,06 persen secara year-to-date.

Di sisi lain, pasar modal domestik berhasil menghimpun dana korporasi sebesar Rp56,35 triliun. OJK juga mencatat terdapat 71 rencana penawaran umum dalam proses perizinan (pipeline), serta penggalangan dana melalui securities crowdfunding (SCF) yang mencapai Rp1,93 triliun.

Sementara itu, aktivitas di sektor derivatif keuangan mencatatkan volume transaksi akumulatif sebesar 143.217 lot. Pada bursa karbon, tercatat sebanyak 155 pengguna jasa dengan total volume transaksi mencapai 1,98 juta ton CO2 senilai Rp93,57 miliar.

Komentar

Berita Populer

01

Daftar Saham Baru Indeks KOMPAS100 dan Rekomendasi Analis Agustus 2026

02

YLKI Soroti Pemblokiran Rekening Bank Mandiri dan Ingatkan Hak Nasabah

03

Proyeksi Kinerja ANTM Tetap Kuat di Tengah Bayang Risiko Regulasi

04

Cara Mudah Beli Paket Data Semua Operator Lewat Aplikasi GoPay

05

UMK 2026: Daftar Lengkap Wilayah dengan UMK Tertinggi & Terendah

06

Program B50 Resmi Meluncur, Ini Prospek dan Rekomendasi Saham Emiten CPO

07

Purbaya Nilai Jakarta Tak Perlu Terbitkan Obligasi untuk Pembangunan Infrastruktur

08

DPRD Sumbar Desak Perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau Lanjut 2026

Berita Terbaru