Pontianak – SMAN 1 Pontianak menyatakan menerima hasil akhir Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar yang sempat menuai polemik, sekaligus memberi dukungan kepada SMAN 1 Sambas yang ditetapkan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional. Sekolah juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul seusai babak final.
Dalam pernyataan sikapnya, SMAN 1 Pontianak mengajak seluruh pihak menutup polemik itu dengan kepala dingin. Sekolah menekankan pentingnya menjaga saling menghargai, kebersamaan, dan nilai persatuan di tengah perbedaan pandangan.
“SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMA 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC Empat Pilar tingkat nasional,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pihak sekolah juga berharap situasi ini tidak mengganggu ekosistem pendidikan. Mereka meminta dukungan semua pihak agar suasana belajar tetap kondusif, aman, dan nyaman bagi para peserta didik.
Sikap itu muncul setelah final lomba memunculkan perdebatan soal penilaian juri. Regu C2 dari SMAN 1 Pontianak mempertanyakan keputusan dewan juri terkait jawaban mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Salah satu peserta, Josepha Alexandra, sempat mengajukan peninjauan ulang penilaian dengan sopan di hadapan juri dan penonton. Setelah itu, polemik berkembang luas hingga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan pelaksanaan lomba diulang.
Pada hasil akhir kompetisi, SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara, diikuti SMAN 1 Pontianak di posisi kedua dan SMAN 1 Sanggau di peringkat ketiga. Dengan hasil tersebut, SMAN 1 Sambas resmi menjadi wakil Kalimantan Barat pada LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional di Jakarta pada Agustus mendatang.

