Berita

PPIH Pantau Ketat Pergerakan Jamaah Haji Indonesia ke Mekah

pergerakan-jamaah-haji-indonesia-menuju-mekah-terus-meningkat
Pergerakan Jamaah Haji Indonesia Menuju Mekah Terus Meningkat

Makkah – Pergerakan jamaah haji Indonesia menuju Mekah terus meningkat menjelang puncak ibadah haji. Hingga hari ke-23 operasional haji, Rabu (13/05), Kementerian Haji dan Umrah Indonesia mencatat 120.507 jamaah dari 312 kloter telah mendarat dan masuk ke Mekah.

Di Masjidil Haram, ribuan jamaah dari berbagai negara terlihat menunaikan tawaf. Di saat yang sama, pergerakan jamaah Indonesia dipantau ketat dari ruang kendali transportasi milik Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Mekah.

Ruang kendali berukuran 6×4 meter itu beroperasi tanpa henti selama 24 jam. Dari dalam ruangan tersebut, lima layar monitor besar memperlihatkan posisi bus Angkutan Kota Antar Perhajian (AKAP) secara langsung. Titik-titik yang muncul di layar menunjukkan armada yang tengah mengantar jamaah ke hotel masing-masing.

Petugas transportasi, Arudi, mengatakan pemantauan dilakukan dengan melihat posisi bus pada kilometer tertentu serta jarak tempuh menuju hotel tujuan. Ia mencontohkan, ketika diperkirakan bus baru tiba dua jam kemudian, petugas di sektor sudah mulai menyiapkan kedatangan.

“Patokannya dari posisi bus di kilometer tertentu dan jarak menuju hotel. Misalnya diperkirakan dua jam lagi tiba di sektor, maka petugas sudah mulai bersiap,” ujar Arudi.

Bank Nagari Raih Pengakuan Global, Gubernur Sumbar Apresiasi

Aktivitas pemantauan kini makin padat seiring bertambahnya arus perpindahan jamaah dari Madinah ke Mekah. Kepala Seksi Transportasi PPIH Daker Mekah, Moh Afifuddin Zuhri, menyebut seluruh armada dipantau menggunakan sistem GPS yang terhubung dengan aplikasi khusus.

Menurut Afifuddin, digitalisasi layanan transportasi menjadi unsur penting agar layanan dapat berjalan optimal sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan jamaah haji Indonesia selama perjalanan.

“Digitalisasi layanan transportasi menjadi salah satu kunci agar pelayanan transportasi haji bisa maksimal sekaligus menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah haji Indonesia selama perjalanan,” katanya.

Afifuddin juga menjelaskan, durasi perjalanan bus kerap tidak sama dengan perkiraan awal. Faktor lalu lintas dan perbedaan kecepatan kendaraan membuat waktu tempuh berubah-ubah. Karena itu, pelacakan menjadi sangat penting agar petugas sektor bisa menyesuaikan kesiapan hotel, konsumsi, dan layanan penyambutan jamaah.

Koordinasi dilakukan secara berlapis antara tim di Madinah, Daker Bandara, dan operator bus untuk memastikan data perjalanan tetap akurat. Sistem ini juga membantu petugas mengantisipasi berbagai kendala di lapangan, termasuk pemeriksaan oleh otoritas keamanan Arab Saudi di jalur Jeddah.

Kepri Didorong Jadi Pusat Strategis Pengembangan KNMP

Dengan dukungan kendali berbasis teknologi, PPIH memastikan mobilitas jamaah haji Indonesia menuju Mekah tetap aman, lancar, dan terkoordinasi.

Komentar

Berita Populer

01

Bapenda Sumbar Latih Pemeriksa Pajak untuk Tingkatkan PAD

02

Purbaya Jelaskan Sumber Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

03

Rahmat Saleh Tekankan Guru Bentuk Karakter di Era AI

04

BSI Maslahat Resmikan Wakaf Sumur Bor, Atasi Krisis Air Desa Maman

05

AHY Gagas Giant Sea Wall Pantura Libatkan Investor dan 23 Kementerian

06

Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

07

TB Hasanuddin Desak Kajian Matang Hibah Kapal Induk Italia

08

Pasaman Pacu 400 Atlet Lewati Tes Fisik Porprov 2026

Berita Terbaru










× www.domainesia.com
× www.domainesia.com