Bandar Lampung – Sebanyak 106 atlet muda ambil bagian dalam kompetisi panjat tebing yang digelar di venue PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Ajang ini semula diproyeksikan hanya diikuti 100 peserta, tetapi antusiasme dari atlet-atlet berbagai kabupaten/kota di Lampung membuat jumlah pendaftar melampaui target panitia.
Ketua FPTI Lampung Rudi Antoni menyebut capaian itu sebagai sinyal positif bagi perkembangan panjat tebing di daerah tersebut. Menurut dia, minat yang tinggi menunjukkan cabang olahraga ini kian diperhitungkan, bukan lagi sekadar aktivitas rekreasi.
“Target kami awalnya 100 peserta dan itu sudah cukup berani. Alhamdulillah ternyata yang ikut mencapai 106 peserta,” ujar Rudi, dikutip Jumat, 15 Mei 2026.
Ia menilai, panjat tebing di Lampung kini mulai bergerak ke arah yang lebih kompetitif. Karena itu, FPTI Lampung ingin menjadikan ajang ini sebagai ruang pembinaan atlet usia muda yang disiapkan untuk tampil di level yang lebih tinggi.
Rudi juga mengatakan penyelenggaraan kompetisi tidak hanya difokuskan pada pertandingan. Panitia, kata dia, turut menghadirkan donor darah bersama PMI, bazar UMKM, dan sejumlah kegiatan sosial lain agar manfaat acara bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kami tidak hanya membuat kompetisi olahraga. Ada donor darah bersama PMI, bazar UMKM dan kegiatan sosial lainnya agar olahraga juga memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia berharap kejuaraan kelompok usia ini bisa melahirkan atlet-atlet Lampung yang siap bersaing di ajang nasional bahkan internasional pada masa mendatang.
Dukungan terhadap pembinaan atlet muda juga datang dari Wakil Ketua Umum IV KONI Lampung, A. Chrisna Putra. Ia menilai panjat tebing merupakan salah satu cabang yang berpotensi besar menyumbang prestasi bagi Lampung maupun Indonesia.
Chrisna menyinggung keberhasilan atlet nasional seperti Leonardo sebagai contoh yang bisa memantik semangat atlet muda di Lampung untuk terus berlatih. Menurut dia, prestasi di cabang ini lahir dari kekuatan fisik, mental yang kuat, disiplin, dan latihan yang konsisten.
“Panjat tebing membutuhkan kekuatan fisik, mental, disiplin dan latihan yang serius. Karena itu dukungan orang tua dan pembinaan sejak dini sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan, kompetisi usia muda tidak semata soal perebutan juara. Lebih dari itu, ajang seperti ini juga membentuk karakter, daya juang, dan sportivitas atlet sejak dini.
“KONI Lampung tentu mendukung cabang olahraga yang fokus melakukan pembinaan dan memiliki target prestasi,” kata Chrisna.

