Jakarta – Vita menjelaskan, selain berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) industri, inisiatif ini juga menjadi solusi atas persoalan limbah sekaligus membuka nilai ekonomi baru, termasuk bagi sektor pertanian melalui pemanfaatan biomassa.
"SIG juga terus memperluas pemanfaatan energi bersih melalui pemasangan panel surya di berbagai unit operasional serta pemanfaatan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengonversi panas buang menjadi listrik," terang dia.
Menurut Vita, upaya tersebut membuahkan hasil dengan penurunan intensitas emisi GRK cakupan 1 sebesar 21% dibandingkan baseline 2010, serta penurunan emisi cakupan 2 sebesar 15% dibandingkan baseline 2019.
"Di sektor pertambangan, SIG menjalankan praktik berkelanjutan melalui penataan dan pemulihan ekosistem. Hingga 2025, perusahaan telah mereklamasi lahan pascatambang seluas 628 hektare yang tersebar di berbagai wilayah operasional," papar dia.
Vita mengatakan, komitmen tersebut mendapat pengakuan dari pemerintah melalui enam penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, yang diraih oleh sejumlah pabrik semen yang dioperasikan oleh SIG dan entitas anak.
"Ke depan, SIG menegaskan akan terus mempercepat transformasi industri bahan bangunan dengan pendekatan yang lebih efisien, inovatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," tandas Vita.

