Jakarta – Terduga komplotan penculik Muhammad Ilham Pradipta, Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, terpantau oleh sejumlah tukang parkir di sekitar kantor Ilham sehari sebelum peristiwa nahas pada Rabu, 20 Agustus 2025. Jenazah Ilham ditemukan pada Kamis dini hari di Bekasi dalam kondisi terikat, dengan hasil autopsi menunjukkan adanya tekanan di leher dan dada yang menyebabkan kesulitan bernapas.
Asep, seorang tukang parkir di depan Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, mengaku melihat sekelompok orang asing berkumpul di gerai Alfamart seberang jalan pada Selasa malam. Ia menyebut kelompok tersebut berjumlah lebih dari lima orang dengan perawakan badan yang tegap.
Kelompok itu sempat terlihat makan di warteg yang berada persis di depan kantor BRI. Asep mengira mereka hanya orang yang sedang menumpang istirahat. Pada pagi hari setelah menginap di emperan ruko samping KCP BRI, Asep tidak lagi memperhatikan keberadaan kelompok tersebut.
Keberadaan sekelompok orang asing itu juga diamati oleh Usman, tukang parkir gerai Alfamart. Ia mengatakan orang-orang itu sudah berada di lokasi sejak Selasa sore. Usman, yang biasanya tidur di depan Alfamart, memilih pindah karena mengira mereka adalah anggota polisi karena badan yang tegap dan mobil yang digunakan.
Dua tukang parkir lain di Alfamart membenarkan kesaksian Usman. Mereka menyebut kelompok laki-laki itu datang dengan tiga mobil: satu MPV putih serta dua mobil hitam dan silver. Salah satu mobil bahkan memiliki pelat nomor yang sebagian ditutup. Kelompok ini dilaporkan pergi sekitar Rabu siang, beberapa jam sebelum peristiwa penculikan terjadi.
Ilham Pradipta diculik di area parkir salah satu pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur. Saat itu, Ilham hendak masuk ke mobilnya di tengah suasana parkiran yang lengang dengan rintik hujan turun. Kamera pengawas merekam momen ketika beberapa orang keluar dari mobil yang terparkir di samping kendaraan Ilham, lalu secara paksa memasukkan Ilham ke dalam mobil berwarna putih.
Sebelum penculikan, seorang satpam KCP BRI Cempaka Putih, Deddy, mengatakan Ilham sempat beraktivitas normal di kantor pada Rabu pagi. Siang harinya, Ilham pergi ke Lotte Mart Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, untuk menghadiri rapat terkait kerja sama payroll Lotte dengan BRI.
Menurut keterangan satpam lain, Andika, Ilham mulanya berencana kembali ke kantor setelah rapat dan sempat meminta seorang pegawai menyiapkan makanan. Namun, tidak ada kabar dari Ilham Pradipta hingga akhirnya jenazahnya ditemukan pada keesokan harinya, Kamis, sekitar pukul 05.30 WIB.
Jenazah pria berusia 37 tahun itu ditemukan di area persawahan Kampung Karangsambung, RT 8/RW 4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Seorang warga yang pertama kali menemukan jenazah tersebut melaporkan kondisi tangan dan kaki terikat, serta mata yang terlilit lakban.
Kepala RS Polri, Brigjen Polisi Prima Heru Yulih, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil autopsi, ditemukan adanya tekanan pada tulang leher dan dada korban. Hal ini kemungkinan besar menyebabkan Ilham kesulitan bernapas dan menjadi penyebab kematiannya.

