Jakarta – Said Abdullah menilai keberadaan Israel telah menjadi beban dunia sehingga ia menyerukan berbagai negara untuk memutuskan hubungan diplomatik dan kerja sama berbagai bidang serta mengisolasi Israel dalam hubungan antarbangsa.
"Beberapa negara di Eropa yang semula menjadi mitra baik Israel telah melakukan hal ini, saya mengapresiasi langkah pemerintah di Spanyol yang menarik dubesnya dari Israel, Perancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel, dan sejumlah negara lainnya memutuskan hubungan diplomatik," kata dia.
Said menjelaskan bahwa pada 12 September 2025 Majelis Umum PBB telah bersidang untuk mengambil sikap atas solusi dua negara, Palestina dan Israel sebagai dua negara yang berdiri. Pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat ini didukung oleh 142 anggota Majelis Umum PBB dari 193 negara yang hadir.
"Dengan demikian Sekjen dan Dewan Keamanan PBB harus sesegera mungkin untuk melaksanakan keputusan tersebut. Langkah ini untuk mengantisipasi tindakan Israel yang berdiri atas doktrin terkutuk, yang merasa sebagai bangsa terpilih, dan merasa wilayah Israel dan sekitarnnya sebagai tanah yang di janjikan, sehingga mereka merasa berhak mendirikan perluasan kekuasaan Israel," papar Said.
Ia menambahkan bahwa bangsa Yahudi dan sejarah negara Israel memang penuh dengan sejarah kekerasan, bahkan nabi-nabi mereka sendiri pun mereka bunuh. Nabi Zakharia AS dan Nabi Yahya AS dibunuh karena menyampaikan pesan Allah yang bertentangan dengan kepentingan penguasa.
"Nabi

