GIRONA – Real Madrid harus kembali menelan pil pahit setelah gagal meraih kemenangan penuh dalam laga tandang kontra Girona di Estadi Montilivi, dengan hasil akhir 1-1. Namun, yang lebih menyita perhatian publik adalah keputusan wasit yang enggan meninjau ulang insiden potensial penalti terhadap Rodrygo Goes melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR), menambah deretan hasil kurang memuaskan bagi Los Blancos.
Gol Azzedine Ounahi sempat membuat tuan rumah unggul sebelum Kylian Mbappe menyamakan kedudukan melalui titik putih. Meski demikian, upaya Madrid untuk berbalik unggul tak kunjung membuahkan hasil hingga peluit panjang dibunyikan.
Momen krusial terjadi pada menit ke-80 ketika Rodrygo terjatuh di kotak penalti Girona setelah mendapat tekanan dari Joel Roca. Wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea langsung memutuskan untuk melanjutkan pertandingan tanpa memberikan penalti.
Keputusan ini sontak menimbulkan gelombang protes dari para pemain, staf pelatih, hingga pendukung Real Madrid. Yang lebih mengherankan, VAR, yang dikendalikan oleh Juan Luis Pulido Santana, juga tidak memberikan intervensi untuk meninjau ulang insiden tersebut.
Reaksi keras datang dari berbagai pihak di internal Madrid. RMTV secara terbuka mengkritik keputusan tersebut, sementara pelatih Xabi Alonso turut mempertanyakan alasan mengapa VAR tidak berperan.
“Saya tidak melihat secara langsung, namun saya diberitahu bahwa itu adalah pelanggaran yang seharusnya bisa ditinjau VAR karena adanya kontak,” ujar Alonso, mengungkapkan kebingungannya.
Ia menambahkan, “Ini sungguh mengejutkan. Kita harus melihatnya lagi. Ini adalah momen-momen penentu yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.”
Menurut laporan dari *Mundo Deportivo*, absennya intervensi VAR didasari pada penilaian bahwa insiden tersebut bukan termasuk kategori “clear and obvious error” atau kesalahan yang jelas dan mencolok.
Wasit Bengoetxea menilai kontak antara Roca dan Rodrygo tidak cukup signifikan untuk berujung penalti. Dengan keputusan awal di lapangan dianggap “masuk akal” oleh pihak VAR, maka mereka tidak merasa perlu memanggil wasit untuk melakukan tinjauan.
Hal ini sejalan dengan kebijakan Komite Teknis Wasit (CTA) yang diperbarui di awal musim, yang lebih memprioritaskan keputusan wasit di lapangan dan membatasi intervensi VAR hanya untuk kesalahan yang benar-benar tidak bisa dipertahankan.


