JAKARTA – Rano Karno menargetkan Jakarta menjadi kota sinema melalui penguatan ekosistem industri film, mulai dari pembentukan lembaga khusus hingga pengembangan festival dan pembuatan film dengan mengeksplorasi teknologi kecerdasan buatan (AI). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rano dalam rangkaian acara perayaan Hari Film Nasional yang diselenggarakan di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/4/2026).
“Saya ingin sekali menjadikan Jakarta menjadi kota sinema. Dan saya sangat yakin bisa dicapai itu. Karena Jakarta punya kemampuan, apalagi fiskal,” kata Rano.
Rano menjelaskan bahwa sebagai salah satu langkah konkret yang akan diambil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah menyiapkan pembentukan Jakarta Film Commission guna mendorong pertumbuhan industri film nasional. Selain itu, dia menyoroti mengenai pentingnya regenerasi sineas melalui festival film, termasuk dukungan terhadap Jakarta Youth Film Festival (JYFF) yang digagas oleh pihak Bank Indonesia (BI).
“Saya sangat yakin dalam waktu dua tahun, Youth Festival ini bukan hanya anak Jakarta yang ikut, tapi internasional akan hadir,” katanya.
Menurut Rano, festival film, khususnya film pendek sejak lama telah menjadi pintu masuk penting bagi talenta baru sebelum masuk ke industri besar.
“Film pendek ya film-film durasi mungkin 7 sampai 15 menit. Tapi saya katakan jangan dipikir film pendek itu film murah, no,” ujarnya.
Ia turut memberikan contoh mengenai sejumlah sineas ternama dunia yang mengawali karier mereka melalui pembuatan film pendek sebelum akhirnya berhasil menembus industri perfilman global.
“Steven Spielberg membuat film pendek sebelum dia membuat E.T. George Lucas, dia bikin film pendek. Jackie Chan dia bikin film pendek,” katanya.

