Berita

Rano Karno Desak Perbankan Biayai Industri Film Demi Garap Potensi Penonton

Jakarta – Rano Karno menyoroti rendahnya pemahaman terhadap mekanisme produksi film yang kerap memicu kesalahpahaman, termasuk perihal pembiayaan alat-alat produksi seperti drone. Hal ini dinilai menghambat laju perkembangan industri kreatif nasional.

“Tidak ada inisiatif untuk korupsi, atau nggak ada. Karena kalau kita sewa (drone) harian Pak, misal kita sewa satu hari, besok kita mau pakai, nggak mungkin drone itu disewa orang lain lagi,” kata Rano.

Rano menilai kondisi tersebut ironis di tengah meningkatnya minat investor global terhadap industri kreatif Indonesia. Menurutnya, sektor kreatif dalam negeri justru dilirik oleh pasar asing yang ingin berinvestasi.

Rano mendorong sektor perbankan, termasuk Bank Indonesia dan Himpunan Bank Milik Negara agar mulai membuka skema pembiayaan yang lebih adaptif terhadap karakter industri kreatif. Dia berujar bahwa dukungan pembiayaan menjadi kunci agar industri film nasional dapat berkembang secara lebih cepat serta memiliki daya saing yang kuat di pasar global.

“Ini yang mungkin membuat BI membuka cakrawala bahwa ekonomi kreatif ada 17 subsektor termasuk film. Ini ada potensi,” katanya.

Menkraf Resmikan Restoran Sederhana, Dorong Kuliner Indonesia Mendunia

Komentar

Berita Populer

01

KCIC Tambah Enam Perjalanan Whoosh, Arus Balik Bandung-Jakarta Padat

02

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor dan Devisa Nasional

03

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Jakarta Usai Ganti Pimpinan

04

Warga Jakarta Berbondong-Bondong Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

05

Strategi ANTM Perkuat Pasar Domestik di Tengah Rencana Ekspor BUMN

06

Aher Apresiasi Dukcapil Hentikan Fotokopi e-KTP Demi Data Pribadi

07

Purbaya Tekankan Pancasila dalam Kelola Keuangan Negara

08

Harga Avtur Turun, Mengapa Surcharge Tiket Pesawat Tetap Tidak Berubah?

Berita Terbaru