BANDUNG, Gonesia.com – Kualitas rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi sorotan tajam kubu PSM Makassar usai laga pembuka BRI Super League 2026/2027, Selasa (8/9/2026).
Klub berjuluk Juku Eja tersebut harus menelan kekalahan telak dengan skor 3-1 dalam pertandingan yang berlangsung di bawah kondisi lapangan yang dinilai jauh dari standar profesional.
Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, secara terbuka mengecam kondisi fasilitas stadion yang dianggap menghambat jalannya pertandingan.
Ia menyoroti perbedaan kondisi lapangan saat sesi latihan resmi sehari sebelum laga dengan realita yang terjadi pada hari pertandingan.
Menurutnya, kondisi permukaan lapangan yang tidak layak membuat skema permainan kedua tim sulit berkembang secara maksimal.
“Saya juga harus mengatakan, jika saya melihat lapangan di sini sehari sebelum pertandingan dan hari ini, saya mengerti bahwa Anda tidak bisa berlatih di lapangan ini. Yang juga tidak saya mengerti adalah bagaimana kita bisa bermain di lapangan ini,” ujar Darije seperti dikutip dari laporan JPNN.com.
Juru taktik asal Bosnia tersebut menekankan bahwa stadion adalah cerminan dari martabat sebuah klub besar.
Ia menilai Persib Bandung, sebagai salah satu institusi sepak bola terbesar di Indonesia, memiliki kewajiban untuk menyediakan sarana pendukung yang lebih representatif demi menjaga citra mereka di mata publik.
“Saya berharap Persib Bandung memiliki lapangan yang jauh lebih baik karena Persib Bandung adalah salah satu klub terbesar, mungkin klub terbesar di Indonesia dan saya pikir demi reputasi klub, harus memikirkan lapangan yang jauh lebih baik,” tambahnya.
Keluhan serupa juga dilontarkan oleh gelandang PSM Makassar, Rizky Ekapratama, yang merasakan dampak langsung terhadap gaya permainan timnya.
Ia menjelaskan bahwa buruknya permukaan lapangan mematikan strategi ball possession atau penguasaan bola yang selama ini menjadi andalan PSM Makassar dalam setiap sesi latihan.
“Buat saya pribadi, karena lapangan ini kurang bagus buat kami, karena di latihan kami mainnya ball possession, kami datang ke sini dan melihat lapangan yang kurang bagus buat kita bermain ball possession,” ungkap Rizky.
Ia menegaskan bahwa kondisi infrastruktur yang buruk secara tidak langsung menjadi kerugian teknis bagi timnya di atas lapangan hijau.
“Ini satu kerugian juga buat tim kami,” lanjutnya.
Stadion GBLA sendiri diketahui tengah menjalani fase perbaikan rumput sejak masa persiapan kompetisi BRI Super League dimulai.
Namun, hingga peluit kick-off musim baru dibunyikan, kondisi rumput stadion tampak belum sepenuhnya pulih atau mencapai level maksimal.
Pengamatan di lapangan menunjukkan masih terdapat banyak area tambalan rumput yang tidak rata di beberapa titik krusial.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara liga dalam memastikan standar kenyamanan dan keamanan bagi para pemain selama musim kompetisi berlangsung.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola stadion terkait kritik yang disampaikan oleh pihak PSM Makassar tersebut.


