Jakarta, Gonesia.com – Polri resmi memberangkatkan bantuan logistik taktis serta peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahap pertama untuk memperkuat penanganan darurat di Kalimantan Barat pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya di Jakarta, Senin, melalui JPNN.com, menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan langkah awal untuk menanggulangi titik api yang semakin meluas di wilayah tersebut.
“Untuk tahap awal, bantuan yang diberangkatkan adalah untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Sementara bantuan untuk wilayah lainnya juga terus kami siapkan dan akan dikirimkan secepatnya secara bertahap sesuai kesiapan pengangkutan dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Logistik yang dikirimkan mencakup enam set tenda pleton serta 200 dus makanan tambahan bagi personel yang bertugas di garda terdepan.
Peralatan teknis pemadaman juga menjadi prioritas pengiriman, termasuk selang berukuran 1,5 inci dan 2,5 inci untuk menjangkau medan yang sulit.
Kelengkapan lainnya yang disertakan dalam pengiriman ini adalah gun nozzle pistol spray, nozzle, serta connector Y guna menunjang efisiensi operasional pemadaman.
Selain peralatan, Polri mengirimkan tabung oksigen berukuran besar dan kecil untuk mengantisipasi risiko kesehatan bagi petugas maupun masyarakat yang terpapar asap pekat.
Proses pemberangkatan bantuan tersebut dijadwalkan dilakukan melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa pagi pukul 06.30 WIB menggunakan pesawat khusus.
Distribusi logistik ini merupakan bagian dari strategi nasional Polri dalam merespons ancaman karhutla yang kini terjadi di berbagai provinsi di Indonesia.
Ia merinci bahwa total dukungan tabung oksigen yang telah disiapkan mencakup 200 unit untuk Kalimantan Barat, 250 unit untuk Kalimantan Tengah, serta 200 unit untuk Kalimantan Selatan.
Wilayah Sumatera juga mendapatkan porsi dukungan yang signifikan dengan alokasi 200 tabung untuk Sumatera Selatan, 250 tabung untuk Riau, dan 150 tabung untuk Jambi.
Pihaknya menegaskan bahwa bantuan oksigen tersebut sangat krusial bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak buruk kualitas udara.
“Dukungan logistik ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan petugas memiliki perlengkapan yang memadai dalam melaksanakan pemadaman sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat di wilayah terdampak,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa Polri akan terus memantau dinamika di lapangan untuk memastikan distribusi logistik tepat sasaran dan berkesinambungan.
Langkah ini diambil guna meminimalisir dampak kerugian lingkungan serta melindungi kesehatan publik dari ancaman kabut asap yang kian mengkhawatirkan.
Koordinasi lintas sektor terus diperketat agar penanganan di lapangan tidak terkendala oleh minimnya peralatan atau ketersediaan logistik darurat.
Pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan dukungan tambahan secara cepat apabila kondisi di lapangan menunjukkan eskalasi titik api yang memerlukan intervensi lebih besar.


