Bekasi – Aksi penyiraman air keras terhadap TW (54) di Tambun Selatan, Bekasi, ternyata bukan dilakukan secara spontan. Polisi mengungkap para pelaku menyusun rencana serangan sejak jauh-jauh hari.
Sumarni menyebut bahwa otak pelaku, Prasetyo Budi Utomo, memang sudah menyiapkan air keras sejak November 2025. Cairan asam sulfat 90 persen itu dibeli seharga Rp 100 ribu melalui e-commerce.
"Dari hasil pemeriksaan ketiga tersangka tersebut sebelum melakukan kejahatan terhadap korban, melakukan beberapa tahapan sehingga kejahatan yang dilakukan tersebut berjalan sempurna," kata Sumarni kepada wartawan di Bekasi, Jumat (3/4/2026).
Sumarni mengatakan, Prasetyo Budi Utomo juga membeli sepeda motor, pelat nomor palsu hingga gayung warna pink sebagai alat eksekusi. Semua disiapkan khusus untuk menyerang korban.
"Sepeda motor Vario warna hitam yang di beli pada tanggal 9 Maret 2026 melalui akun media sosial Facebook di daerah Jatimulya, Bekasi kota sebesar Rp. 13.700.000. Pelat Nopol palsu untuk kendaraan sepeda motor Vario Warna Hitam yang dibeli pada tanggal 11 Maret 2026 di Jalan raya desa Setia Darma Kec. Tambun Selatan dengan harga Rp. 60.000," ujar dia.
Dia melanjutkan,

