Depok – Polres Metro Depok dan Tim Gegana Brimob Kelapa Dua menyisir sepuluh sekolah setelah menerima ancaman teror bom melalui email. Polisi telah memeriksa enam sekolah dan tidak menemukan bahan peledak.
Kasi Humas Polres Metro Depok, Made Budi, menyatakan bahwa polisi menindaklanjuti laporan teror bom di sepuluh sekolah. "Namun dari 10 sekolah yang diancam oleh terduga pelaku, enam sekolah sudah kami lakukan pengecekan dan sisanya 4 sekolah lainnya masih dalam proses, sementara hasilnya tidak ditemukan adanya benda menyerupai bom atau benda membahayakan," ujar Made.
Made menjelaskan bahwa pelaku mengirim email karena kecewa dengan pendidikan dan pelayanan kepolisian. "Untuk itu tetap terus kami lakukan penyelidikan, apakah memang benar pelaku yang menyampaikan ancaman tersebut atau orang lain yang menggunakan akun tersebut," jelas Made.
Saat ditanya mengenai klaim pelaku yang mengaku menjadi korban asusila saat sekolah dan telah melapor ke polisi, Made menyatakan akan menyelidikinya. "Ya tentu apapun permasalahan ataupun keluhan yang disampaikan oleh pelaku itu pasti akan kami selidiki," terang Made.
Polisi akan meminta keterangan dari pihak sekolah asal pelaku. "Hasil penyidikan tersebut akan berkembang ataupun akan menemui secara jelas, apakah memang terduga pelaku yang melakukan ancaman tersebut," ucap Made.
Polres Metro Depok telah mendatangi rumah yang diduga tempat tinggal pelaku. "Kepolisian sudah mendatangi rumah diduga tempat tinggal pelaku, nanti akan kami sampaikan kembali hasil dari kedatangan polisi ke lokasi rumah itu," ungkap Made.


