JAKARTA, Gonesia.com – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) hingga saat ini masih mematangkan rencana konsolidasi dengan maskapai Pelita Air melalui serangkaian kajian mendalam bersama para pemangku kepentingan.
Proses tersebut melibatkan diskusi intensif mengenai arah strategis, bentuk transaksi, struktur organisasi, tahapan implementasi, hingga mekanisme aksi korporasi secara menyeluruh.
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Andrea Tumpal Hutapea, dalam laporan keterbukaan informasi yang dikutip dari Kontan menyatakan bahwa pembahasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan penguatan ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group.
“Rencana aksi korporasi dimaksud saat ini berada dalam tahap kajian dan pembahasan secara intensif bersama pemegang saham dan pihak-pihak terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/7/2026).
Transformasi perusahaan yang tengah dijalankan secara konsisten menjadi latar belakang utama dalam setiap poin pembahasan rencana penggabungan entitas bisnis penerbangan tersebut.
Hingga hari ini, manajemen Garuda Indonesia menegaskan belum ada penetapan mengenai waktu efektif pelaksanaan konsolidasi bagi kedua perusahaan.
Jadwal pelaksanaan aksi korporasi masih menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan kajian mengenai bentuk dan mekanisme transaksi yang sedang berlangsung.
“Penetapan waktu efektif pelaksanaan merupakan bagian dari keseluruhan kajian atas arah strategis, bentuk, struktur, tahapan, dan mekanisme aksi korporasi,” kata dia.
Terkait perubahan struktur kepemilikan Pelita Air pasca-aksi korporasi, ia menyebut hal tersebut baru akan diputuskan setelah bentuk transaksi memperoleh persetujuan resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Perubahan struktur entitas anak perusahaan juga akan bergantung pada hasil akhir dari kesepakatan final yang saat ini masih terus dimatangkan oleh pihak terkait.
Manajemen juga tengah melakukan analisis mendalam mengenai dampak konsolidasi tersebut terhadap aspek operasional maupun kinerja keuangan perusahaan di masa depan.
“Analisis mengenai dampak konsolidasi terhadap operasional maupun kinerja keuangan masih menjadi bagian dari kajian. Kami memastikan kegiatan operasional tetap berjalan sesuai rencana selama proses berlangsung,” jelasnya.
Selain itu, pembahasan konsolidasi ini mencakup rencana pembentukan sinergi operasional yang lebih efisien antara Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air.
Seluruh rangkaian proses tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan penuh terhadap regulasi industri penerbangan.
Pihak perusahaan berkomitmen untuk menjaga transparansi kepada investor dan publik mengenai progres rencana aksi korporasi ini.
“Setiap perkembangan yang memenuhi kriteria sebagai informasi atau fakta material akan disampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap dia.
Hingga kini, operasional penerbangan Garuda Indonesia dipastikan tetap berjalan normal di tengah berlangsungnya proses kajian strategis dengan Pelita Air.


